fin.co.id - Lonjakan mobilitas jelang Lebaran 2026 mulai terasa signifikan. Salah satu indikatornya terlihat dari tingginya volume kendaraan yang memanfaatkan jalur alternatif tol fungsional di wilayah Jawa Timur. Dalam lima hari pertama operasional, jalur fungsional Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi segmen Gending–Situbondo Barat langsung diserbu puluhan ribu kendaraan.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (PT JPB), resmi membuka jalur ini sebagai solusi mengurai kepadatan arus mudik Lebaran 2026. Hasilnya, sebanyak 55.572 kendaraan tercatat melintas sejak hari pertama pembukaan pada 14 Maret hingga 18 Maret 2026 atau periode H-7 hingga H-3 Lebaran.
Angka ini bukan sekadar statistik. Ini jadi sinyal kuat bahwa pemudik mulai beralih ke jalur alternatif demi menghindari kemacetan parah di jalur utama seperti Pantura.
Antusiasme Tinggi, Puncak Lalu Lintas Terjadi di H-3
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menegaskan bahwa jalur fungsional ini langsung mendapat respons positif dari masyarakat. Sejak hari pertama dibuka, volume kendaraan terus menunjukkan tren meningkat.
Puncaknya terjadi pada hari kelima atau H-3 Lebaran, tepatnya Rabu, 18 Maret 2026. Pada hari itu saja, sebanyak 12.670 kendaraan melintas melalui tiga gerbang tol utama, yaitu GT Kraksaan, GT Paiton, dan GT Situbondo Barat.
Lonjakan ini mencerminkan satu hal: pemudik semakin cerdas dalam memilih rute perjalanan. Mereka tidak lagi terpaku pada jalur konvensional, tetapi mulai memanfaatkan opsi yang lebih efisien.
Jalur Alternatif yang Jadi Game Changer
Jalur fungsional sepanjang 50 kilometer ini beroperasi selama 16 hari, mulai 14 hingga 29 Maret 2026. Pengoperasian dilakukan dua arah dengan jam operasional terbatas, yakni pukul 06.00 WIB hingga 16.00 WIB, dan terbuka untuk semua golongan kendaraan.
Keberadaan jalur ini terbukti membantu mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata. Dengan adanya opsi baru ini, tekanan pada jalur arteri dan Pantura bisa dikurangi secara signifikan.
Tidak hanya mempercepat waktu tempuh, jalur ini juga memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna jalan. Pemudik dapat menghindari titik-titik rawan macet yang selama ini menjadi momok setiap musim Lebaran.
Strategi Jasa Marga: Bukan Sekadar Buka Jalur
Jasa Marga tidak hanya membuka jalur, tetapi juga memastikan pengalaman berkendara tetap aman dan nyaman. Mereka menyiagakan berbagai fasilitas pendukung di sepanjang jalur fungsional.
Baca Juga
Mulai dari posko siaga, layanan toilet, hingga BBM motoris disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak pengguna jalan. Selain itu, fasilitas penanganan darurat juga tersedia untuk menghadapi situasi tak terduga.
Langkah ini menunjukkan bahwa pengelola tol tidak hanya fokus pada volume kendaraan, tetapi juga kualitas layanan selama perjalanan.