Ketegangan di Selat Hormuz Picu Ancaman Harga Minyak 200 Dolar per Barel

fin.co.id - 12/03/2026, 13:50 WIB

Ketegangan di Selat Hormuz Picu Ancaman Harga Minyak 200 Dolar per Barel

Ilustrasi Kapal Tanker di Selat Hormuz, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Harga minyak dunia kembali menjadi sorotan setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi global itu kini berada dalam situasi yang semakin tidak stabil, memicu kekhawatiran bahwa harga minyak dapat melonjak tajam hingga mencapai 200 dolar per barel.

Situasi ini terjadi meskipun negara-negara besar telah berusaha menenangkan pasar dengan melepas cadangan minyak darurat dalam jumlah besar. Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) bersama negara anggotanya, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, sepakat untuk melepas sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis mereka.

Jumlah tersebut diperkirakan setara dengan sekitar empat hari konsumsi minyak global. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menambah pasokan di pasar energi internasional dan menahan lonjakan harga yang dipicu oleh ketidakpastian geopolitik.

Namun, pasar energi tetap bereaksi dengan penuh kehati-hatian. Kekhawatiran utama bukan hanya soal jumlah pasokan yang tersedia saat ini, tetapi juga risiko gangguan distribusi minyak jika konflik di kawasan Teluk semakin meluas.

Serangan Terhadap Kapal Tanker Memperburuk Situasi

Ketegangan semakin meningkat setelah laporan mengenai serangan terhadap kapal tanker asing di kawasan Selat Hormuz. Ledakan dilaporkan terjadi pada setidaknya dua kapal tanker yang melintas di jalur pelayaran tersebut.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia. Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara produsen utama di Timur Tengah harus melewati selat ini sebelum dikirim ke berbagai negara konsumen di Asia, Eropa, maupun Amerika.

Setiap gangguan terhadap jalur ini dapat berdampak besar terhadap stabilitas pasar energi global. Perusahaan pelayaran dan perusahaan energi biasanya akan meningkatkan biaya pengiriman atau bahkan menunda pengiriman jika risiko keamanan meningkat.

Situasi seperti ini dapat mempersempit pasokan minyak di pasar internasional, yang pada akhirnya mendorong harga naik.

Iran Peringatkan Harga Minyak Bisa Melonjak Tajam

Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran memberikan peringatan bahwa harga minyak dapat melonjak sangat tinggi jika konflik terus berkembang.

Pihak Iran menyebut bahwa harga minyak dunia berpotensi mencapai sekitar 200 dolar per barel apabila serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz terus meningkat dan mengganggu arus perdagangan energi global.

Pernyataan ini menyoroti betapa strategisnya posisi Selat Hormuz dalam sistem distribusi energi dunia. Jalur laut yang relatif sempit ini menjadi penghubung utama antara Teluk Persia dan pasar energi global.

Jika jalur tersebut terganggu, distribusi minyak dari sejumlah negara produsen besar dapat ikut terhambat.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID