Panas! Iran Bantah Tudingan Serang Turki, Abbas Araqchi Bongkar Skenario Adu Domba Israel

fin.co.id - 11/03/2026, 12:56 WIB

Panas! Iran Bantah Tudingan Serang Turki, Abbas Araqchi Bongkar Skenario Adu Domba Israel

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi bantah keras tuduhan peluncuran rudal ke wilayah Turki. Foto:TNA

fin.co.id - Ketegangan di wilayah Timur Tengah semakin meruncing setelah muncul isu peluncuran proyektil dari wilayah Iran menuju Turki. Menanggapi kabar tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, segera melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, guna meredam spekulasi yang berkembang.

Dalam percakapan telepon pada Selasa, 11 Maret 2026, Araqchi memberikan jaminan kepada Ankara bahwa tidak ada satu pun rudal atau proyektil yang ditembakkan dari Iran ke wilayah Turki. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut merupakan bagian dari skema rezim Zionis dan Amerika Serikat untuk merusak hubungan persaudaraan antara Teheran dan negara-negara tetangga.

"Kami meminta semua pihak untuk waspada terhadap rencana Israel yang bertujuan merusak hubungan baik Iran dengan negara-negara di kawasan," ujar Araqchi dalam keterangan resminya.

Kesepakatan Militer Gabungan

Guna membuktikan komitmen transparansi, Iran dan Turki sepakat untuk segera membentuk tim ahli militer gabungan. Tim ini bertugas menginvestigasi secara menyeluruh klaim serangan yang beredar di media massa. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 9 Maret lalu.

Pezeshkian sebelumnya telah menegaskan bahwa Republik Islam Iran selalu siap menurunkan tensi konflik di kawasan. Namun, ia juga memberi peringatan keras agar wilayah udara, darat, dan laut negara-negara tetangga tidak digunakan oleh pihak asing sebagai basis serangan terhadap rakyat Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, juga membantah keterlibatan Teheran dalam serangan ke beberapa negara lain seperti Azerbaijan dan Siprus. Iran memandang isu ini sebagai upaya sistematis untuk mengisolasi mereka di kancah internasional.

Kondisi Terkini Pasca-Eskalasi

Situasi keamanan di Iran sendiri memang sedang dalam tekanan tinggi setelah agresi militer skala besar yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026. Konflik ini pecah menyusul peristiwa pembunuhan pemimpin tertinggi Ayatollah Seyed Ali Khamenei dan sejumlah komandan militer senior pada 28 Februari lalu.

Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan gelombang serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan posisi-posisi strategis lawan. Di tengah kecamuk perang ini, Iran kini memiliki pemimpin baru, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, yang baru saja terpilih untuk memimpin Revolusi Islam.

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan selamat atas terpilihnya pemimpin baru Iran dan menegaskan pentingnya menjaga hubungan bilateral yang mendalam antara kedua negara demi stabilitas regional.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID