Perang Iran–Israel Meluas, Hampir 400 Orang Tewas di Lebanon

fin.co.id - 09/03/2026, 08:13 WIB

Perang Iran–Israel Meluas, Hampir 400 Orang Tewas di Lebanon

Ilustrasi Serangan Udara di Lebanon, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Konflik bersenjata antara Iran dan Israel terus meningkat dan mulai meluas ke berbagai wilayah Timur Tengah. Lebanon kini menjadi salah satu negara yang paling terdampak setelah gelombang serangan udara menghantam berbagai wilayah, termasuk kawasan strategis di ibu kota Beirut dan daerah selatan negara tersebut. Pemerintah Lebanon melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan tersebut telah mendekati 400 orang, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka.

Perkembangan ini menandai fase baru dari konflik regional yang semakin kompleks. Ketegangan yang sebelumnya terbatas pada serangan militer terhadap Iran kini berkembang menjadi rangkaian operasi militer yang melibatkan berbagai wilayah dan kelompok bersenjata di kawasan.

Serangan Udara Israel Menghantam Berbagai Wilayah Lebanon

Dalam beberapa hari terakhir, serangan udara intensif dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Lebanon. Militer Israel menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan infrastruktur militer dan jaringan kelompok bersenjata yang memiliki hubungan dengan Iran.

Salah satu serangan yang paling menonjol terjadi di pusat kota Beirut ketika sebuah drone menghantam sebuah hotel yang diduga menjadi lokasi pertemuan sejumlah komandan militer yang terkait dengan Pasukan Quds Iran. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan pada bangunan dan menyebabkan korban jiwa di lokasi kejadian.

Serangan udara lainnya juga dilaporkan terjadi di wilayah selatan Lebanon, yang selama ini dikenal sebagai basis utama kelompok Hezbollah. Militer Israel menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menghancurkan pusat komando, fasilitas logistik, serta jaringan komunikasi yang diduga digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Israel.

Di sejumlah lokasi, ledakan besar terdengar sepanjang malam, sementara asap tebal terlihat membumbung dari beberapa titik yang terkena serangan.

Korban Sipil dan Gelombang Pengungsi

Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan tersebut telah mencapai hampir 400 orang. Ribuan warga lainnya mengalami luka-luka, sementara ratusan ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di wilayah yang lebih aman.

Situasi ini memicu gelombang pengungsian besar di dalam negeri. Banyak keluarga meninggalkan kota-kota yang menjadi target serangan dan menuju wilayah pedesaan atau daerah yang dianggap relatif aman.

Pemerintah Lebanon juga melaporkan bahwa lebih dari setengah juta orang kini tercatat sebagai pengungsi internal. Sebagian dari mereka tinggal di tempat penampungan sementara seperti sekolah, stadion, dan bangunan publik lainnya.

Kondisi ini menimbulkan tekanan besar terhadap sistem kesehatan dan layanan darurat. Rumah sakit di beberapa kota dilaporkan mengalami kelebihan kapasitas akibat tingginya jumlah korban yang harus dirawat.

Seorang warga Beirut menggambarkan situasi di kota tersebut sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia mengatakan bahwa serangan kini terjadi di pusat kota yang biasanya ramai dengan aktivitas bisnis dan wisata.

Konflik Regional Semakin Meluas

Konflik yang bermula dari serangan militer terhadap Iran kini berkembang menjadi krisis regional yang melibatkan banyak negara. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah negara di Timur Tengah melaporkan adanya serangan rudal dan drone yang diduga berasal dari Iran atau kelompok yang bersekutu dengannya.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID