Angka Pengangguran di AS Naik, Efek Penyusutan Lapangan Kerja

fin.co.id - 09/03/2026, 09:45 WIB

Angka Pengangguran di AS Naik, Efek Penyusutan Lapangan Kerja

Ilustrasi Angka Pengangguran di AS, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Pasar tenaga kerja Amerika Serikat kembali menjadi perhatian setelah laporan terbaru menunjukkan peningkatan angka pengangguran bersamaan dengan menyusutnya jumlah lapangan kerja. Data resmi memperlihatkan bahwa tingkat pengangguran naik menjadi 4,4 persen pada Februari, sementara jumlah posisi pekerjaan di berbagai sektor ekonomi mengalami penurunan.

Perkembangan ini mengejutkan banyak analis yang sebelumnya memperkirakan pasar tenaga kerja akan tetap stabil. Dalam beberapa bulan terakhir, pasar kerja Amerika dianggap masih cukup tangguh meskipun ekonomi global menghadapi berbagai tekanan, termasuk lonjakan harga energi dan ketidakpastian geopolitik.

Namun laporan terbaru menunjukkan bahwa kondisi tersebut mulai berubah.

Penurunan Lapangan Kerja Terjadi di Banyak Sektor

Data ketenagakerjaan menunjukkan bahwa jumlah lapangan kerja di Amerika Serikat berkurang sekitar 92.000 posisi pada Februari. Penurunan tersebut terjadi di hampir seluruh sektor ekonomi, termasuk sektor kesehatan yang selama ini dikenal sebagai salah satu sumber pertumbuhan pekerjaan paling stabil.

Penyusutan tenaga kerja di sektor kesehatan sebagian dipicu oleh aksi mogok kerja yang terjadi pada bulan tersebut. Gangguan ini menyebabkan berkurangnya jumlah pekerja yang tercatat aktif dalam statistik ketenagakerjaan.

Selain sektor kesehatan, sektor pemerintahan federal juga mencatat penurunan tenaga kerja. Jumlah pegawai pemerintah pusat berkurang sekitar 10.000 posisi dalam satu bulan terakhir.

Jika dilihat dari tren yang lebih panjang, penurunan ini merupakan bagian dari proses penyesuaian tenaga kerja yang telah berlangsung sejak 2024. Sejak mencapai puncaknya pada Oktober 2024, jumlah pegawai pemerintah federal telah berkurang sekitar 330.000 posisi atau sekitar 11 persen dari total tenaga kerja di sektor tersebut.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penyusutan tenaga kerja tidak hanya terjadi di sektor swasta, tetapi juga melibatkan lembaga pemerintahan.

Harapan Pemulihan Pasar Kerja Mulai Memudar

Sepanjang 2025, pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat memang menunjukkan perlambatan dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Bahkan periode tersebut tercatat sebagai tahun dengan pertumbuhan pekerjaan paling lemah sejak pandemi global.

Banyak ekonom sempat berharap bahwa pasar tenaga kerja mulai pulih pada awal 2026. Namun laporan terbaru justru mematahkan optimisme tersebut.

Ekonom Pantheon Macroeconomics, Samuel Tombs, menilai data ini menunjukkan bahwa stabilisasi pasar tenaga kerja belum benar benar terjadi. Ia menyatakan bahwa harapan pemulihan pasar kerja runtuh setelah angka terbaru dipublikasikan.

Komentar tersebut mencerminkan kekhawatiran yang semakin luas di kalangan ekonom bahwa perlambatan pasar tenaga kerja dapat menjadi sinyal awal dari pelemahan ekonomi yang lebih besar.

Dampak terhadap Pasar Keuangan dan Politik

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID