fin.co.id - Panggung megah Gedung Putih menjadi saksi pertemuan dua sosok paling berpengaruh di dunia, Lionel Messi dan Presiden Donald Trump. Sang megabintang asal Argentina itu memimpin skuat Inter Miami dalam upacara penghormatan atas keberhasilan mereka merengkuh gelar juara MLS Cup tahun lalu.
Dalam momen yang langka tersebut, Messi menyerahkan sebuah bola sepak berwarna merah muda bertahtakan permata kepada Trump. Hadiah ini menjadi simbol kemenangan dramatis Miami saat mengalahkan Vancouver Whitecaps pada Desember lalu, di mana Messi juga menyabet gelar MVP liga untuk kedua kalinya secara beruntun.
Presiden Trump memberikan pujian setinggi langit kepada kapten Inter Miami itu. Ia mengakui bahwa tekanan yang dipikul Messi sangat besar karena publik selalu mengharapkannya untuk menang di mana pun ia berada. Trump juga menyanjung keputusan Messi yang lebih memilih Miami ketimbang klub-klub besar lainnya di seluruh dunia.
Meskipun acara ini kental dengan nuansa olahraga, atmosfer politik tetap terasa. Trump sempat menyinggung berbagai isu global, mulai dari konflik dengan Iran, situasi di Venezuela, hingga kebijakan tarif. Namun, saat berbicara langsung kepada Messi, sang presiden tetap fokus pada pencapaian atletis sang pemain yang kini berusia 38 tahun tersebut.
Pertemuan ini mencatatkan sejarah bagi Inter Miami sebagai tim MLS pertama yang diundang ke Gedung Putih selama dua masa jabatan Trump. Kehadiran bintang-bintang lain seperti Luis Suarez dan Rodrigo De Paul juga semakin menambah kemeriahan acara yang dihadiri oleh pejabat kabinet dan tokoh olahraga nasional Amerika Serikat.
Lionel Messi sendiri diperkirakan akan tetap menjadi pusat perhatian di tanah Amerika sepanjang musim panas ini. Ia dijadwalkan memimpin timnas Argentina dalam turnamen akbar yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kunjungan ini sekaligus menjadi momen perdana Messi di Gedung Putih setelah sebelumnya sempat berhalangan hadir pada masa pemerintahan Biden.
Usai seremoni bersejarah ini, Inter Miami tidak punya banyak waktu untuk bersantai. Tim asuhan Gerardo Martino tersebut harus segera bertolak untuk bersiap menghadapi pertandingan krusial melawan D.C. United pada Sabtu mendatang.