fin.co.id - Beberapa insiden tragis kembali terjadi di resor ski Jepang pada musim ini, menewaskan empat wisatawan Australia.
Peristiwa-peristiwa ini menyoroti risiko keselamatan yang dapat muncul di kegiatan wisata salju, meskipun protokol keamanan telah diterapkan di sebagian besar resor.
Kecelakaan Terbaru di Hakuba Valley
Kecelakaan terbaru terjadi di Hakuba Valley, Nagano, ketika Chloe Jeffries, seorang anak perempuan berusia delapan tahun, terjebak saat snowmobile yang dikendarai bersama ibunya terbalik.
Chloe segera dilarikan dengan helikopter ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Operator tur yang bersangkutan menghentikan sementara semua tur snowmobile dan snowshoe untuk meninjau kembali prosedur keselamatan mereka.
Kasus Lainnya di Resor Ski Jepang
Sebelumnya, Michael ‘Micky’ Hurst, 27 tahun, meninggal setelah terpisah dari kelompok ski di wilayah Hokkaido.
Kasus lainnya melibatkan Brooke Day yang mengalami serangan jantung saat kursi lift tersangkut, dan Rylan Henry Pribadi, remaja Australia-Indonesia, yang meninggal akibat tabrakan dengan batas lintasan di Niseko Ski Resort.
Pejabat Kedutaan Besar Australia memberikan bantuan konsuler kepada keluarga korban.
Insiden ini memunculkan diskusi mengenai pentingnya protokol keselamatan dan pengawasan saat wisatawan mengikuti kegiatan salju di luar negeri.
Upaya Peningkatan Keselamatan di Resor
Meskipun insiden ini tragis, pihak resor ski di Jepang terus berupaya meningkatkan prosedur keselamatan dan edukasi bagi wisatawan.
Baca Juga
Studi keselamatan wisata salju modern menunjukkan bahwa penggunaan perlengkapan standar, panduan berpengalaman, dan kesadaran risiko individual dapat mengurangi kemungkinan kecelakaan fatal, meski tidak sepenuhnya menghilangkannya.
Keselamatan wisatawan tetap menjadi fokus utama bagi operator tur dan pengelola resor, dengan tujuan agar pengalaman wisata salju tetap aman dan menyenangkan bagi semua pengunjung.