Perang AS-Israel vs Iran Memasuki Hari Kelima: Ledakan Dahsyat Guncang Teheran dan Yerusalem

fin.co.id - 04/03/2026, 12:34 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Memasuki Hari Kelima: Ledakan Dahsyat Guncang Teheran dan Yerusalem

Perang AS-Israel vs Iran hari ke-5. Ledakan guncang Teheran dan Yerusalem. Fasilitas nuklir hancur, korban tewas capai 800 jiwa, dan evakuasi diplomatik dimulai.Foto:Ilustrasi/X@tamimhamid

fin.co.id – Eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran semakin tak terkendali pada Rabu 4 Maret 2026. Ledakan hebat kembali mengguncang Teheran saat fajar menyingsing, menandai hari kelima peperangan yang telah menghancurkan fasilitas nuklir serta memicu serangan balasan lintas wilayah di Teluk Arab.

Militer Israel mengonfirmasi aktivasi sistem pertahanan udara mereka guna mencegat rentetan rudal Iran yang menyasar Yerusalem. Sementara itu, sirene peringatan bahaya meluncur di Bahrain, lokasi Armada ke-5 Angkatan Laut AS bersandar. Kementerian Pertahanan Qatar melaporkan dua rudal balistik Iran menerjang wilayah mereka, di mana salah satunya menghantam Pangkalan Al-Udeid namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Krisis Kepemimpinan dan Angka Kematian yang Terus Melonjak

Presiden AS Donald Trump memberikan sinyalemen bahwa perang ini mungkin akan berlangsung selama sebulan atau bahkan lebih lama. Hingga saat ini, lebih dari 800 orang tewas di Iran akibat serangan udara besar-besaran. Dalam pernyataan terbarunya dari Gedung Putih, Trump menyebutkan bahwa sejumlah sosok potensial yang sebelumnya diproyeksikan untuk memimpin Iran di masa depan justru turut menjadi korban tewas.

Konflik ini juga merembet ke Lebanon. Militer Israel melakukan serangan balasan terhadap basis-basis Hizbullah yang menewaskan sedikitnya empat warga sipil di Baalbeck. Data Kementerian Kesehatan setempat menunjukkan total korban tewas di Lebanon telah melampaui 50 orang dengan ratusan lainnya luka-luka.

Target Strategis: Fasilitas Nuklir dan Rudal

Laksamana Brad Cooper, komandan tertinggi AS di Timur Tengah, menyatakan pasukannya telah menghantam hampir 2.000 target di Iran. Serangan udara ini berhasil melumpuhkan sistem pertahanan udara Teheran serta menghancurkan ratusan peluncur rudal balistik dan drone.

Israel juga mengeklaim telah menghancurkan markas rahasia nuklir bawah tanah Iran yang diduga menjadi lokasi riset senjata pemusnah massal. Citra satelit terbaru dari perusahaan Vantor bahkan memperlihatkan kerusakan parah pada atap kubah kompleks kepresidenan di Teheran. Di tengah gempuran ini, para pemimpin Iran dilaporkan tengah berjuang mencari pengganti Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang terbunuh pada awal invasi.

Dampak Regional dan Evakuasi Diplomatik

Situasi keamanan di kawasan Teluk berada pada titik terendah. Kedutaan Besar AS di Arab Saudi dan konsulat di Uni Emirat Arab (UEA) menjadi sasaran serangan drone. Menanggapi ancaman yang terus meningkat, Departemen Luar Negeri AS memberikan kewenangan kepada personel non-darurat untuk segera mengevakuasi diri dari Arab Saudi.

Perang ini kini menimbulkan pertanyaan besar bagi dunia internasional mengenai kapan dan bagaimana konflik ini akan berakhir. Meskipun Trump sebelumnya sempat menyerukan penggulingan kekuasaan, pejabat senior administrasi AS belakangan menegaskan bahwa perubahan rezim bukanlah tujuan utama, melainkan penghancuran total kemampuan militer dan nuklir Iran.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID