fin.co.id - Zaman sekarang, rasanya ada yang kurang kalau keluar rumah tanpa membawa headset atau TWS di telinga. Mulai dari meeting online, mendengarkan podcast saat di transportasi umum, hingga push rank bareng teman, perangkat audio ini sudah jadi "nyawa" kedua bagi generasi produktif. Namun, tahukah kamu bahwa kebiasaan yang terlihat keren dan produktif ini menyimpan ancaman nyata bagi kesehatan pendengaran?
Banyak anak muda yang abai terhadap volume suara saat menggunakan earphone. Mereka sering kali memutar musik dengan volume maksimal untuk menenggelamkan kebisingan di sekitar. Padahal, paparan suara keras secara terus-menerus dapat merusak sel rambut di telinga bagian dalam secara permanen. Jika kamu merasa telinga sering berdenging setelah melepas perangkat audio, itu adalah alarm bahaya dari tubuh kamu.
Berikut adalah beberapa dampak buruk yang sering diabaikan pengguna setia headset.
1. Gangguan Pendengaran Akibat Kebisingan (NIHL)
Noise-Induced Hearing Loss (NIHL) merupakan kondisi di mana kemampuan mendengar menurun akibat paparan suara yang terlalu kencang. Headset modern mampu menghasilkan suara hingga 110 desibel. Sebagai perbandingan, suara percakapan normal hanya berkisar 60 desibel. Paparan terus-menerus di atas 85 desibel sudah cukup untuk merusak saraf pendengaran secara bertahap.
2. Tinnitus: Telinga Berdenging yang Mengganggu
Pernahkah kamu merasakan sensasi berdenging, berdesis, atau menderu di dalam telinga setelah melepas headset? Itu adalah Tinnitus. Kondisi ini muncul karena kerusakan pada sel rambut di koklea. Jika kebiasaan ini berlanjut, dengingan tersebut bisa menjadi permanen dan sangat mengganggu konsentrasi serta kualitas tidur kamu.
3. Infeksi Telinga Akibat Bakteri
Pemakaian headset, terutama tipe in-ear, dalam waktu lama akan menutup sirkulasi udara di saluran telinga. Kondisi yang lembap dan hangat ini menjadi tempat favorit bagi bakteri untuk berkembang biak. Selain itu, berbagi headset dengan orang lain tanpa membersihkannya terlebih dahulu dapat memindahkan bakteri penyebab infeksi kulit atau peradangan saluran telinga (otitis eksterna).
4. Penumpukan Kotoran Telinga (Earwax)
Memasukkan earbuds ke dalam telinga secara berulang dapat mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam. Alih-alih keluar secara alami, kotoran tersebut justru terperangkap, mengeras, dan menyumbat saluran pendengaran. Dampaknya? Pendengaran terasa redup dan telinga sering terasa gatal atau nyeri.
Mulai hari ini, jadilah pengguna teknologi yang bijak. Sadari batas kemampuan telinga kamu dan jangan ragu untuk melepas earphone saat tidak benar-benar kamu butuhkan. Ingat, suara jernih di masa depan jauh lebih berharga daripada dentuman musik keras sesaat yang merusak indra pendengaran kamu.