Serangan Udara Telan Ratusan Nyawa di Sekolah Iran

fin.co.id - 02/03/2026, 09:00 WIB

Serangan Udara Telan Ratusan Nyawa di Sekolah Iran

Ilustrasi Serangan Misil, Image: DALL·E 3

fin.co.id - Serangan udara yang menghantam sebuah sekolah dasar perempuan di Iran selatan telah menewaskan banyak orang, termasuk anak‑anak. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik bersenjata yang lebih luas antara Iran dan pasukan gabungan Amerika Serikat serta Israel, dan telah memicu kemarahan serta kecaman internasional. Rinciannya terus berkembang, namun sejumlah laporan media internasional menyatakan bahwa korban tewas mencapai angka ratusan, menjadikannya salah satu tragedi paling mematikan dalam konflik saat ini.

Lokasi Serangan dan Kronologi Awal

Peristiwa tragis itu terjadi di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan di selatan Iran. Sekolah yang menjadi sasaran dikenal sebagai sekolah dasar khusus perempuan, yang menurut media Iran berada tidak jauh dari pangkalan militer Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Serangan itu menimpa sekolah pada pagi hari saat kelas sedang berlangsung, sehingga banyak siswa dan staf belum sempat mencari perlindungan.

Menurut laporan media internasional, serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap target‑target di Iran, yang juga mencakup pangkalan militer dan infrastruktur penting lainnya. Namun klaim mengenai siapa yang bertanggung jawab masih diperdebatkan; Israel menyatakan tidak memiliki operasi di daerah tersebut, sementara pihak Amerika mengatakan sedang menyelidiki laporan mengenai insiden itu.

Jumlah Korban dan Penilaian Media Internasional

Informasi mengenai jumlah korban sangat bervariasi karena situasi di lapangan yang masih cair dan keterbatasan akses independen ke lokasi. Media internasional melaporkan bahwa jumlah korban jiwa di sekolah itu telah mencapai sekitar 165 orang, sebagian besar adalah siswa perempuan yang masih sangat muda, dengan puluhan lainnya terluka parah.

Sementara itu laporan lain menyebutkan bahwa angka korban tewas bisa berkisar dari sedikitnya 100 hingga lebih dari 180 korban, tergantung pada sumber yang dikutip dalam situasi yang cepat berubah. Organisasi kemanusiaan internasional seperti UNESCO mengecam insiden ini sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional, terutama karena melibatkan anak‑anak di sekolah yang seharusnya aman dari serangan militer.

Iran sendiri menyatakan bahwa sekolah tersebut hancur setelah serangan tiga tahap yang menghantam bangunan tempat belajar siswa, sehingga korban tidak bisa segera dievakuasi. Faktor waktu serangan — yang terjadi pada jam sekolah — juga diperhitungkan sebagai alasan utama tingginya jumlah korban.

Reaksi Pemerintah dan Situasi Politik

Pemerintah Iran mengutuk keras serangan itu, menyebutnya sebagai aksi “tidak manusiawi” dan pelanggaran atas hak hidup anak‑anak yang tidak bersalah. Presiden Iran menginstruksikan agar semua sumber daya medis dan bantuan dikonsentrasikan untuk merawat korban luka dan membantu keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu Amerika Serikat, melalui Komando Pusat (Centcom), mengatakan pihaknya “menganggap laporan ini dengan sangat serius” dan sedang melakukan penyelidikan, serta menegaskan bahwa perlindungan terhadap sipil merupakan prioritas dalam setiap operasi militer. Israel secara terang‑terangan menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya operasi di area tersebut pada waktu serangan, namun situasi di lapangan sangat kompleks dan terus dipantau.

Secara politik, insiden ini memperkeruh ketegangan di Timur Tengah yang sudah tinggi. Serangan udara ini terjadi di tengah gelombang operasi militer besar terhadap Iran, termasuk serangan yang dilaporkan telah mengenai markas pemimpin tertinggi negara tersebut. Respons dari negara lain dan pembicaraan internasional tentang perlunya de‑eskalasi konflik terus mengemuka di forum global.

Dampak Kemanusiaan dan Krisis Pendidikan

Melampaui angka statistik korban, insiden ini juga menimbulkan dampak psikologis dan sosial yang mendalam bagi masyarakat Iran. Sekolah semestinya menjadi tempat yang aman bagi anak‑anak untuk belajar dan tumbuh, namun dengan hancurnya fasilitas pendidikan ini akibat serangan udara, ketakutan terhadap keamanan sekolah menjadi nyata bagi banyak keluarga.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID