fin.co.id - Penutupan ruang udara di wilayah Timur Tengah setelah serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memicu kekacauan besar dalam industri penerbangan internasional.
Maskapai global terpaksa membatalkan dan mengalihkan ratusan penerbangan, meninggalkan ribuan penumpang terjebak di bandara internasional. Emirates, misalnya, menghentikan semua operasinya di Dubai sementara British Airways membatalkan layanan ke Tel Aviv dan Bahrain hingga beberapa hari ke depan.
Maskapai lain seperti Etihad dan Virgin Atlantic juga mengalihkan penerbangan mereka untuk menghindari zona berbahaya, menyebabkan keterlambatan panjang dan perubahan rute mendadak.
Para pejabat pemerintah Inggris telah mengeluarkan peringatan perjalanan terbaru, meminta warga negara mereka untuk menghindari perjalanan ke Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab kecuali untuk keperluan mendesak.
Bagi mereka yang sudah berada di wilayah tersebut, disarankan untuk mencari perlindungan dan mengikuti instruksi otoritas lokal. Dengan sebagian besar ruang udara di Iran, Israel, Irak, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Suriah ditutup, penumpang menghadapi ketidakpastian perjalanan yang luas.
Pengalaman Penumpang dan Evakuasi Potensial
Penumpang yang berada di jalur Timur Tengah menghadapi pengalaman yang dramatis. Emma Belcher dan suaminya yang hendak kembali ke Heathrow dari Maladewa melalui Dubai harus membatalkan penerbangan mereka karena penutupan ruang udara.
Pasangan lain, Richard dan Hannah dari London, yang menuju Oman, terpaksa tinggal di Bahrain setelah serangan drone menghantam bandara setempat. Kondisi ini menimbulkan stres tinggi karena ketidakpastian tentang kapan perjalanan mereka bisa dilanjutkan.
Pemerintah Inggris juga sedang merumuskan rencana evakuasi potensial bagi warga negaranya di wilayah Timur Tengah. Namun, waktu dan mekanisme evakuasi masih belum jelas, mengingat sebagian besar wilayah udara masih ditutup. Para pejabat menekankan pentingnya tetap mengikuti arahan resmi dan tetap berada di lokasi yang aman.
Respons Maskapai dan Langkah Mitigasi
Maskapai internasional telah melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi gangguan. Qatar Airways menghentikan sementara operasi mereka, sementara Etihad memprediksi layanan ke Abu Dhabi dapat kembali normal setelah jam tertentu. Virgin Atlantic memperingatkan kemungkinan penundaan untuk penerbangan ke India,
Baca Juga
Arab Saudi, dan Maladewa karena rute harus dialihkan. Bandara utama di wilayah seperti Dubai, Doha, dan Tel Aviv menjadi pusat kekacauan sementara penumpang menunggu pembukaan kembali ruang udara.
Keputusan untuk menutup atau membatasi wilayah udara merupakan tindakan pencegahan untuk menghindari risiko serangan rudal dan drone.
Laporan menunjukkan bahwa Iran telah meluncurkan serangan balasan terhadap fasilitas di Bahrain dan Uni Emirat Arab. Qatar dan Kuwait juga mengonfirmasi intercept rudal dan drone yang menghantam wilayah mereka.