Dewan Keamanan Iran Tutup Pintu Negosiasi: Kobarkan Operasi 'True Promise 4' Usai Agresi AS-Israel

fin.co.id - 02/03/2026, 13:45 WIB

Dewan Keamanan Iran Tutup Pintu Negosiasi: Kobarkan Operasi 'True Promise 4' Usai Agresi AS-Israel

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani.Foto:omidradiowebofficial

fin.co.id - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik nadir yang paling berbahaya. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, secara tegas menyatakan bahwa tidak ada lagi ruang negosiasi bagi Amerika Serikat. Pernyataan keras ini sekaligus membantah laporan media Barat yang mengklaim Teheran tengah berupaya melakukan pembicaraan dengan Washington.

Mengutip Tasnim News Agency,  Larijani menegaskan sikap Iran tersebut setelah muncul klaim dari Wall Street Journal yang menyebut adanya rencana dimulainya kembali pembicaraan melalui mediasi Oman. Namun, kenyataan di lapangan berbicara lain. Saat negosiasi nuklir tidak langsung sedang berjalan di Jenewa, Amerika Serikat dan rezim Israel justru melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran sejak Sabtu pagi, 28 Februari 2026.

Duka Mendalam dan Balasan 'True Promise 4'

Agresi brutal tersebut membawa duka mendalam bagi dunia Islam. Serangan gabungan AS-Israel tersebut dilaporkan telah menyebabkan syahidnya Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan senior militer dan ratusan warga sipil tak berdosa.

Merespons tindakan pengecut tersebut, Iran tidak tinggal diam. Teheran langsung mengumumkan peluncuran Operasi True Promise 4. Angkatan bersenjata Iran menghujani target-target strategis Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut dengan ratusan rudal dan drone canggih.

Diplomasi yang Dikhianati

Padahal, putaran pembicaraan terakhir di Jenewa pada Kamis lalu sempat menunjukkan "kemajuan signifikan". Namun, diplomasi tersebut kini terkubur oleh aksi militer yang intensif. Bagi Iran, tidak ada gunanya duduk di meja perundingan dengan pihak yang menggunakan pembicaraan damai sebagai kedok untuk melancarkan serangan mematikan.

Kini, Iran memilih jalan perlawanan total untuk menjaga martabat dan kedaulatannya. Seluruh kekuatan militer Teheran telah disiagakan untuk memastikan bahwa setiap tetes darah para syuhada akan dibayar dengan pembalasan yang setimpal.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID