DOHA MEMBARA! Rudal Iran Sasar Aset Militer AS, WNI: Suara Ledakan Tak Berhenti Sejak Buka Puasa

fin.co.id - 01/03/2026, 06:29 WIB

DOHA MEMBARA! Rudal Iran Sasar Aset Militer AS, WNI: Suara Ledakan Tak Berhenti Sejak Buka Puasa

Langit Doha mencekam akibat serangan rudal Iran ke aset militer AS. WNI saksi mata ungkap ledakan tak berhenti sejak buka puasa.Foto:Dok.Disway.id

fin.co.id - Jazirah Arab mencekam. Langit Doha yang biasanya tenang, berubah menjadi palagan adu mekanik antara rudal balistik Iran dan sistem pertahanan udara Qatar pada Minggu, 1 Maret 2026 dini hari. Ketegangan ini pecah menyusul serangan balasan Teheran terhadap aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai respons atas agresi Israel.

Di tengah gemuruh mesin perang tersebut, ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di Qatar terpaksa melewati malam dengan rasa was-was. Suasana horor ini tergambar jelas dari kesaksian para pahlawan devisa yang menyaksikan langsung bagaimana rudal-rudal tersebut dicegat di udara, menciptakan kilatan cahaya dan dentuman yang memekakkan telinga.

"Ready to Evacuate": Kesaksian Mencekam dari Apartemen Doha

Aprilia, seorang WNI yang bekerja di industri penerbangan Qatar, mengisahkan bagaimana otoritas setempat telah memberlakukan jam malam sejak Sabtu siang. Namun, puncak ketegangan baru benar-benar terasa saat matahari terbenam.

"Sejak waktu berbuka puasa sampai jam 12 malam, suara ledakan tidak berhenti bersahutan. Kami mendengar peringatan keamanan yang sangat ketat," ungkap Aprilia saat dihubungi.

Melalui jendela apartemennya, asap putih tebal menyelimuti langit Doha. Sistem pertahanan udara Qatar bekerja ekstra keras menjatuhkan proyektil-proyektil yang menyasar fasilitas militer. Aprilia mengaku ia dan rekan-rekannya sudah mengemas barang-barang penting (emergency bag), bersiap jika sewaktu-waktu perintah evakuasi total turun dari pemerintah.

Eskalasi Tanpa Ampun di Jantung Timur Tengah

Konflik ini bukan lagi gertakan. Iran membidik titik-titik strategis yang menjadi basis kekuatan militer AS di kawasan tersebut. Doha, sebagai salah satu titik penting logistik dan diplomatik, tak pelak menjadi saksi bisu betapa tipisnya batas antara perdamaian dan kehancuran saat ini.

Meskipun sistem pertahanan Qatar berhasil mencegah rudal masuk ke pusat kota, getaran ledakan di udara tetap menciptakan trauma bagi warga sipil dan ekspatriat. Otoritas Qatar menutup seluruh akses keluar rumah, memastikan tidak ada warga yang terjebak dalam zona bahaya jatuhannya serpihan rudal (shrapnel).

Menanggapi situasi darurat ini, KBRI Doha bergerak cepat dengan mengeluarkan imbauan resmi. Pihak perwakilan RI meminta seluruh WNI tetap tenang, berada di dalam ruangan, dan terus memantau instruksi terbaru melalui kanal komunikasi resmi otoritas setempat serta KBRI. Keselamatan WNI kini menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian politik Timur Tengah yang semakin membara.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID