fin.co.id - Ferrari menunjukkan performa mengejutkan dalam pra-musim Formula 1 2026. Tes di Barcelona dan Bahrain menegaskan bahwa tim Italia ini telah membawa inovasi signifikan pada SF-26.
Dari sisi keandalan hingga kecepatan murni, Ferrari berhasil mencuri perhatian rival-rivalnya. Salah satu yang paling menonjol adalah sistem sayap belakang yang dapat membalik 180°, memberikan kombinasi kecepatan lurus dan stabilitas ban yang luar biasa.
F1 TV presenter Will Buxton menilai inovasi ini menjadi faktor utama keunggulan Ferrari. “Sayap Ferrari tidak hanya membuka seperti tim lain, tapi membalik 180° dan menjadi semacam sayap pesawat. Itu membuat mobil mereka sangat cepat di lintasan lurus,” ujarnya.
Selain itu, catatan tercepat Charles Leclerc selama tes dan kecepatan luar biasa di start latihan Bahrain menegaskan potensi tim ini untuk kembali bersaing memperebutkan podium.
Prediksi Kebangkitan Lewis Hamilton
Setelah musim yang mengecewakan pada 2025, banyak yang meragukan kemampuan Lewis Hamilton.
Pebalap tujuh kali juara dunia ini gagal naik podium dan hanya menang dua balapan dalam era ground-effect 2022–2025.
Namun, Buxton optimistis bahwa regulasi baru F1 2026 bisa mengembalikan performa Hamilton.
“Orang-orang bilang Lewis sudah habis, tapi kemampuan yang membuatnya juara dunia tidak hilang begitu saja. Ini soal mobil, bukan pebalap,” kata Buxton.
Ia menambahkan bahwa perubahan aerodinamika dan regulasi mobil tahun ini akan memberi keuntungan bagi pebalap berpengalaman seperti Hamilton, yang mampu memanfaatkan karakteristik baru SF-26 untuk meraih kemenangan.
Baca Juga
Tantangan dan Peluang di Musim Baru
Meski Ferrari menunjukkan potensi luar biasa, pra-musim tetap memiliki keterbatasan dalam menilai performa sebenarnya di balapan.
Strategi, kondisi lintasan, dan konsistensi tim akan menjadi faktor penentu keberhasilan mereka.
Untuk Hamilton, meski peluang bangkit terbuka lebar, kompetisi tetap ketat, terutama menghadapi tim yang juga mengembangkan inovasi di bawah regulasi baru.