fin.co.id - Kemarahan besar Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, meluap saat memimpin rapat koordinasi di Solo, Selasa 24 Februari 2026 malam. Nanik meradang setelah menerima laporan miring terkait buruknya fasilitas dan rendahnya standar peralatan dapur yang disediakan oleh mitra Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di wilayah Jawa Tengah.
Dalam pertemuan dengan para pengelola dapur dari Surakarta, Boyolali, Sragen, hingga Karanganyar tersebut, terungkap fakta miris. Meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) didukung anggaran jumbo, banyak mitra yang justru menggunakan peralatan dapur bekas dan tidak menyediakan fasilitas layak bagi para petugas.
Temuan Mesin Pendingin Bekas hingga Petugas Beli Kasur Sendiri
Awal mula kemarahan Nanik tersulut saat ia menanyakan ketersediaan ruang istirahat bagi para petugas dapur. Secara blak-blakan, seorang Kepala SPPG dari Kabupaten Boyolali mengaku tidak mendapatkan fasilitas tersebut meskipun sudah bekerja selama enam bulan. Ironisnya, para petugas harus merogoh kocek pribadi untuk membeli kasur demi bisa beristirahat di lokasi kerja.
Situasi semakin memanas ketika lebih dari 30 Kepala SPPG dari berbagai daerah mengacungkan tangan, mengonfirmasi nasib serupa. Tak berhenti di situ, Nanik juga mendapat laporan bahwa meja dapur yang digunakan bukan berbahan stainless steel standar sesuai SOP. Bahkan, mesin pendingin seperti freezer dan chiller yang disediakan mitra ternyata merupakan barang bekas.
"Enak saja! Mereka sudah mendapat fasilitas Rp6 juta per hari, masa pakai peralatan bekas," tegas Nanik dengan nada bicara yang tinggi.
Ultimatum Keras: Perbaiki atau Suspend!
Nanik menilai penggunaan peralatan barang bekas tidak masuk akal mengingat besarnya anggaran operasional yang mengalir ke kantong mitra setiap harinya. Ia menegaskan bahwa seluruh peralatan wajib baru dan sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) serta Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan pemerintah.
Menyikapi temuan ini, Nanik memerintahkan Koordinator Wilayah (Korwil) untuk segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap SPPG yang bermasalah. Ia juga melontarkan kritik pedas kepada para Korwil agar tidak hanya fokus pada pencarian lokasi dapur baru, tetapi juga wajib rajin turun ke lapangan untuk memantau kualitas dapur yang sudah berjalan.
"Bilang sama mitra, kalau peralatan masih tidak standar, apalagi pakai barang bekas, saya suspend! Siapapun mereka!" ancam Nanik tanpa pandang bulu.
Ketegasan BGN ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi praktik-praktik "nakal" yang dapat menurunkan kualitas asupan gizi bagi masyarakat dalam program strategis nasional tersebut.