fin.co.id – Situasi keamanan di Meksiko berada dalam titik nadir setelah militer negara tersebut berhasil menewaskan Nemesio Oseguera Cervantes, alias "El Mencho". Sosok yang paling dicari oleh pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat ini merupakan pemimpin tertinggi Jalisco New Generation Cartel (CJNG), organisasi kriminal paling agresif yang mengendalikan jalur penyelundupan narkoba internasional.
Menteri Pertahanan Meksiko, Jenderal Ricardo Trevilla, mengonfirmasi bahwa operasi pelumpuhan tersebut terjadi di kota Tapalpa. Otoritas berhasil melacak persembunyian El Mencho melalui informasi intelijen yang memantau pergerakan salah satu pasangan romantisnya. Operasi yang melibatkan baku tembak sengit ini berakhir dengan tewasnya El Mencho beserta dua pengawalnya saat dalam perjalanan menuju Mexico City untuk perawatan medis.
Dampak Berdarah dan Kekacauan Massal
Pasca tewasnya El Mencho, kelompok kartel merespons dengan aksi kekerasan brutal di berbagai wilayah. Sekretaris Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch, melaporkan lebih dari 70 orang tewas dalam rangkaian insiden yang menyusul upaya penangkapan tersebut. Korban tewas mencakup 25 anggota Garda Nasional Meksiko yang gugur dalam enam serangan terpisah, serta puluhan anggota kartel.
Kelompok CJNG juga melancarkan sabotase besar-besaran dengan mendirikan lebih dari 250 blokade jalan di 20 negara bagian. Mereka membakar kendaraan dan menutup akses utama, yang memaksa pemerintah di beberapa negara bagian membatalkan aktivitas sekolah dan mengimbau warga tetap berada di dalam rumah demi keselamatan jiwa.
Dukungan Intelijen Amerika Serikat
Gedung Putih memberikan konfirmasi resmi bahwa Amerika Serikat memberikan bantuan dukungan intelijen dalam operasi krusial tersebut. Pemerintah AS sangat mengapresiasi langkah tegas militer Meksiko dalam menumbangkan salah satu gembong narkoba paling berbahaya di dunia. Sebagai catatan, Departemen Luar Negeri AS sebelumnya menawarkan hadiah sebesar 15 juta dolar bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi penangkapan El Mencho.
Kematian bos kartel ini terjadi di tengah tekanan kuat dari pemerintahan Donald Trump yang menuntut hasil nyata dari Meksiko dalam memerangi penyelundupan fentanyl dan metamfetamin. Meskipun keberhasilan ini menjadi prestasi besar bagi pemerintah Meksiko, ancaman serangan balasan dari kartel CJNG masih menghantui stabilitas keamanan di wilayah Amerika Tengah tersebut.
Baca Juga
Hingga saat ini, personel keamanan bersenjata lengkap masih melakukan patroli ketat di wilayah Jalisco dan sekitarnya. Pemerintah Meksiko terus berupaya membersihkan sisa-sisa blokade jalan untuk memulihkan arus transportasi dan distribusi logistik yang sempat lumpuh total.