OpenAI: Negara yang Tak Adopsi AI Bisa Kehilangan Daya Saing Ekonomi

fin.co.id - 23/02/2026, 11:12 WIB

OpenAI: Negara yang Tak Adopsi AI Bisa Kehilangan Daya Saing Ekonomi

AI, Image: BrianPenny / Pixabay

fin.co.id - George Osborne, mantan Kanselir Inggris yang kini memimpin program “for countries” di OpenAI, memperingatkan bahwa negara-negara yang enggan mengadopsi teknologi AI berisiko tertinggal secara ekonomi dan sosial.

Pernyataan ini disampaikan saat Osborne berbicara di AI Impact Summit di Delhi, yang mengumpulkan pemimpin dunia untuk membahas pemanfaatan AI bagi pembangunan, terutama di negara-negara Global Selatan.

Osborne menekankan bahwa tanpa penerapan AI yang efektif, negara-negara bisa menghadapi “Fomo”, fear of missing out, dan berpotensi menjadi lebih lemah, lebih miskin, serta mengalami ketidakstabilan dalam tenaga kerja.

“Jika kalian tidak bergerak sekarang, tenaga kerja kalian mungkin tidak mau bertahan karena mereka akan mencari peluang yang memanfaatkan AI di tempat lain,” ujarnya.

Pilihan Strategis Negara dalam Era AI

Program yang dipimpin Osborne bertujuan membantu pemerintah mengintegrasikan AI dalam sektor publik dan ekonomi.

Pilihan yang dihadapi negara-negara, menurut Osborne, adalah antara mengadopsi sistem AI dari Amerika Serikat atau China, yang hingga saat ini mengembangkan AI paling maju.

Ia menegaskan, keputusan ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga menyangkut kedaulatan nasional dan kemampuan suatu negara untuk tetap kompetitif.

Selain itu, Osborne menyoroti pentingnya AI untuk mendukung sektor pertanian, kesehatan publik, dan penggunaan bahasa regional.

Di sisi lain, beberapa pemimpin dan teknolog menekankan bahwa ketergantungan pada AI dari AS atau China bukan satu-satunya jalan.

Mark Surman dari Mozilla menilai premis bahwa negara lain tidak bisa membangun sistem AI besar adalah “salah kaprah”, karena hal itu lebih menguntungkan perusahaan dari dua negara superpower tersebut.

Upaya Afrika dan Global Selatan Memanfaatkan AI

Negara-negara Afrika juga mulai mengembangkan AI sendiri dengan memanfaatkan dataset lokal dan kolaborasi regional.

Kevin Degila dari pemerintah Benin menyebut bahwa negaranya membangun sistem AI publik yang memadukan teknologi Amerika, China, dan dataset lokal, agar layanan seperti pertanian lebih mudah diakses masyarakat.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID