fin.co.id - Jemaah dari berbagai wilayah berbondong-bondong mendatangi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Februari 2026 malam untuk melaksanakan salat tarawih hari pertama Ramadan 1447 Hijriah.
Tampil sebagai penceramah pertama Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.
Ia menjelaskan, Masjid Istiqlal menyiapkan makanan untuk ribuan jemaah yang ingin berbuka puasa selama bulan suci Ramadan 1447 H. Kegiatanitu rutin dilakukan masjid tersebut.
“Di sini rutin kita lakukan buka puasa. Buka puasa di Istiqlal ini kalau hari-hari weekend, misalnya Jumat, Sabtu, Minggu, antara 7.000 sampai 10.000 orang kita beri makan nasi boks. Nah kalau hari-hari biasa sekitar 4.000 sampai 5.000 orang,” kata Nasaruddin.
Menurut Nasaruddin, Masjid Istiqlal siap menjadi rumah bagi semua umat beragama, tak hanya umat Muslim, selama Ramadhan 1447 Hijriah.
"Karena model pengelolaannya, Istiqlal diundang ke Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York dan dipercaya menjadi model pembangunan masjid di Amerika Latin dan Afrika," ujar dia.
Masjid Itiqlal Sediakan Beragam Fasilitas untuk Jemaah
Ibadah salat Tarawih di masjid Istiqlal pun tetap mempertahankan tradisi khasnya, yaitu mengkhatamkan 30 juz Al-Quran selama satu bulan penuh. Meski terdengar panjang, jamaah tidak perlu khawatir akan kelelahan.
"Tarawihnya itu membaca 30 juz sampai akhir Ramadan. Tetapi begini, dalam satu halaman itu dibagi tiga ya, jadi tidak terlalu lama berdiri. Kita pilih imam-imam yang pilihan, qari-qari internasional yang bisa imam di sini," jelasnya.
Selain itu, Masjid Istiqlal kini dilengkapi dengan LCD raksasa di berbagai sudut agar jemaah di saf paling belakang tetap bisa melihat penampilan penceramah dan imam dengan jelas.
Masjid terbesar di Asia Tenggara itu memiliki beragam fasilitas masjid yang terus diperbarui, mulai dari toilet yang nyaman, kamar mandi yang disediakan untuk musafir (orang yang melakukan perjalanan jauh), bahkan fasilitas menginap di masjid untuk i'tikaf (berdiam diri di masjid) menjelang Idul Fitri.