fin.co.id - Rusia bisa saja mengerahkan kekuatan Angkatan Laut untuk mencegah Eropa menyita kapal-kapalnya. Dan, mungkin akan membalas terhadap pelayaran Eropa, jika kapal-kapal Rusia disita.
Hal itu diungkapkan Nikolai Patrushev, sekutu dekat Presiden Vladimir Putin, Selasa, 17 Februari 2026.
Seperti diketahui, negara-negara Barat telah berupaya memutus hubungan Rusia dari perdagangan global dan melumpuhkan keuangan Rusia dengan memberlakukan lebih dari 30.000 sanksi.
Langkah ini diambil negara-negara Barat, sebagai bentuk tekanan terhadap serangan Rusia ke wilayah Ukraina yang telah berlangsung beberapa tahun.
Mereka juga telah mencoba untuk memblokir kapal tanker minyak yang diduga terlibat dalam pengiriman minyak Rusia.
Pada bulan Januari, Amerika Serikat menyita sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia sebagai bagian dari upaya untuk mengekang ekspor minyak Venezuela.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah menggambarkan tindakan tersebut sebagai pembajakan.
“Jika kita tidak memberi mereka penolakan keras, maka segera Inggris, Prancis, dan bahkan negara-negara Baltik akan menjadi sangat arogan sehingga mereka akan mencoba memblokir akses negara kita ke laut setidaknya di cekungan Atlantik,” kata Patrushev, seorang pembantu Kremlin dan ketua Dewan Maritim Rusia.
“Kami percaya bahwa, seperti biasa, jaminan terbaik untuk keselamatan navigasi adalah angkatan laut. Di wilayah maritim utama, termasuk wilayah yang jauh dari Rusia, kekuatan yang substansial harus selalu ditempatkan - kekuatan yang mampu meredam semangat para perompak Barat,” kata Patrushev.