Ramadan di Depan Mata! BMKG Sebar Tim di 37 Titik Pantau Hilal, Ini Prediksi Tanggal Mulai Puasa

fin.co.id - 16/02/2026, 13:54 WIB

Ramadan di Depan Mata! BMKG Sebar Tim di 37 Titik Pantau Hilal, Ini Prediksi Tanggal Mulai Puasa

BMKG mengerahkan tim di 37 lokasi seluruh Indonesia untuk memantau hilal awal Ramadan 1447 H.Foto:Ilustrasi/Unsplash@Josh Withers

fin,co,id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bergerak cepat menyiapkan tim ahli untuk melakukan pengamatan (rukyat) hilal guna menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi. Tidak tanggung-tanggung, BMKG menyebar personel terlatih di 37 lokasi strategis yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Pengamatan intensif ini rencananya akan berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 17 dan 18 Februari 2026.

Berdasarkan data hisab yang dirilis BMKG, posisi bulan pada tanggal 17 Februari 2026 diperkirakan masih berada di bawah ufuk atau bernilai minus. Kondisi ini menunjukkan bahwa secara teknis hilal belum mungkin terlihat pada hari tersebut. Namun, peluang besar baru muncul pada Rabu, 18 Februari 2026, di mana posisi hilal diprediksi sudah memenuhi kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Kriteria MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dengan elongasi atau jarak sudut bulan-matahari sebesar 6,4 derajat. Pada 18 Februari mendatang, ketinggian hilal di Indonesia diperkirakan sudah mencapai rentang yang cukup signifikan, yakni antara 7,62 hingga 10,03 derajat. Angka ini memberikan indikasi kuat bahwa awal puasa kemungkinan besar jatuh pada keesokan harinya setelah kriteria tersebut terpenuhi.

Meskipun data sains sudah menunjukkan prediksi yang cukup akurat, masyarakat tetap diminta menunggu keputusan resmi dari pemerintah. Kementerian Agama sendiri dijadwalkan menggelar Sidang Isbat pada Selasa, 17 Februari 2026, untuk menghimpun hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pengamatan di seluruh tanah air. Keputusan ini nantinya menjadi pegangan bagi seluruh umat Muslim di Indonesia untuk memulai ibadah puasa secara serentak.

Bagi masyarakat yang ingin ikut memantau proses krusial ini, BMKG menyediakan fasilitas live streaming melalui laman resmi mereka. Langkah transparansi ini bertujuan agar warga bisa melihat langsung bagaimana para ahli menggunakan teropong canggih dalam mencari kemunculan bulan sabit tipis. Dengan persiapan yang matang dari berbagai pihak, diharapkan umat Muslim dapat menyambut datangnya bulan penuh berkah ini dengan hati yang tenang dan penuh kesiapan.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID