Bahaya Minum Kopi Saat Sahur bagi Lambung dan Cairan Tubuh

fin.co.id - 16/02/2026, 15:55 WIB

Bahaya Minum Kopi Saat Sahur bagi Lambung dan Cairan Tubuh

Suka minum kopi saat sahur? Ketahui risiko dehidrasi dan gangguan lambung yang mengintai.

fin.co.id - Bagi para pecinta kafein, memulai hari tanpa secangkir kopi rasanya seperti menjalani hidup tanpa nyawa. Namun, saat memasuki bulan Ramadan, kebiasaan ini memicu perdebatan sengit. Apakah minum kopi saat sahur itu aman, atau justru menjadi tiket cepat menuju dehidrasi parah di siang hari? Jangan sampai ritual pagi kamu justru merusak ibadah puasa seharian penuh.

Banyak milenial dan Gen Z yang merasa harus tetap produktif meski sedang berpuasa. Kopi sering kali menjadi pelarian utama agar mata tetap terjaga saat bekerja. Namun, sebelum kamu menyeduh cangkir kedua di meja makan sahur, kamu perlu memahami bagaimana kafein bekerja dalam tubuh saat perut akan kosong selama belasan jam.

Dampak Diuretik: Mengapa Kopi Bisa Bikin Cepat Haus?

Alasan utama mengapa banyak dokter menyarankan untuk membatasi kopi saat sahur adalah sifat diuretiknya. Kafein merangsang ginjal untuk mengeluarkan lebih banyak natrium ke dalam urine. Proses ini menarik air ikut keluar, sehingga frekuensi buang air kecil kamu akan meningkat drastis setelah makan sahur.

Bayangkan jika kamu minum kopi di jam 4 pagi, lalu pada jam 7 pagi kamu sudah bolak-balik ke kamar mandi. Tubuh akan kehilangan cadangan air yang seharusnya bertahan hingga waktu berbuka. Kondisi ini meningkatkan risiko dehidrasi, yang ditandai dengan sakit kepala, lemas, hingga bibir pecah-pecah di siang hari yang terik.

Selain masalah cairan, kopi bersifat asam. Bagi kamu yang memiliki riwayat asam lambung atau GERD, meminum kopi saat perut baru saja terisi sedikit makanan sahur bisa memicu bencana. Perut mungkin akan terasa perih, kembung, atau muncul sensasi terbakar di dada (heartburn) saat kamu sedang menjalankan salat Subuh atau mulai bekerja.

Tips Aman Tetap Ngopi Selama Bulan Ramadan

Jika kamu merasa "sakau" kafein jika tidak ngopi, ada beberapa strategi yang bisa kamu terapkan tanpa harus mengorbankan kesehatan selama berpuasa:

  1. Geser Waktu ke Saat Berbuka: Pilihan terbaik adalah mengonsumsi kopi setelah berbuka puasa atau setelah makan malam. Pastikan perut sudah terisi makanan yang cukup agar tingkat keasaman kopi tidak langsung melukai dinding lambung.
  2. Pilih Jenis Low Acid: Jika tetap ingin ngopi di malam hari, pilihlah biji kopi dengan tingkat keasaman rendah atau metode cold brew yang cenderung lebih ramah bagi pencernaan.
  3. Imbangi dengan Air Putih: Rumus wajib bagi penikmat kopi adalah mendampinginya dengan air mineral. Gunakan perbandingan 1:2, yaitu satu gelas kopi harus dibalas dengan dua gelas air putih untuk mencegah dehidrasi.
  4. Batasi Takaran: Jangan berlebihan. Cukup satu cangkir kecil untuk sekadar memenuhi keinginan lidah dan menjaga fokus, tanpa harus membebani kerja ginjal.

Ngopi saat sahur sebenarnya tidak dilarang secara mutlak, namun sangat tidak disarankan bagi mereka yang memiliki lambung sensitif atau aktivitas fisik tinggi. Kunci utama menjalankan ibadah puasa yang sehat adalah menjaga keseimbangan cairan tubuh dan nutrisi yang masuk. Jangan biarkan kenikmatan sesaat dari secangkir kopi merusak ritme ibadah dan kesehatan kamu selama sebulan penuh.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis gaya hidup yang berfokus pada tren kecantikan dan fenomena viral. Berdedikasi mengulas tips perawatan diri yang praktis serta kurasi tren terkini di media sosial. Menyajikan informasi yang inspiratif, akurat, dan relevan bagi kebutuhan gaya hidup modern