fin.co.id – Takut pada monster Nian, mencari energi keberuntungan, hingga simbol kekuasaan kekaisaran menjadi alasan kuat mengapa warna merah mendominasi setiap jengkal perayaan Tahun Baru Imlek. Bagi masyarakat Tionghoa, merah bukan sekadar pilihan warna dekorasi, melainkan "jimat" kolektif yang sudah digunakan selama ribuan tahun.
Warna menyala ini merupakan elemen inti yang melambangkan vitalitas. Berikut adalah alasan mendalam mengapa merah menjadi warna wajib saat Imlek:
1. Senjata Ampuh Melawan Monster Nian
Alasan pertama berakar dari legenda kuno tentang Nian, makhluk buas yang hobi memangsa manusia saat malam pergantian tahun. Berdasarkan mitos, warga desa menemukan fakta bahwa monster ini sangat ketakutan jika melihat warna merah. Sejak saat itu, memasang kertas merah di pintu dan mengenakan busana merah menjadi strategi bertahan hidup sekaligus simbol kemenangan atas ketakutan.
2. Magnet Energi Positif dan Feng Shui
Dalam kacamata Feng Shui, merah adalah representasi unsur api yang membawa energi Yang (aktif dan positif). Merah dipercaya mampu menstimulasi aliran kekayaan, kesehatan, hingga keharmonisan asmara. Dengan mengelilingi diri menggunakan warna merah, keluarga berharap bisa menarik nasib baik dan mengusir roh jahat yang membawa kesialan.
3. Simbol Otoritas dan Kebahagiaan
Sejarah mencatat bahwa pada masa Dinasti Zhou, merah menjadi simbol kewibawaan kekaisaran. Seiring berjalannya waktu, makna ini meluas ke masyarakat umum sebagai lambang kebahagiaan yang tuntas. Itulah sebabnya, mulai dari amplop angpao hingga lampion, semuanya menggunakan warna merah untuk "menyegel" keberuntungan bagi siapa pun yang menerimanya.
Tradisi ini tetap kokoh hingga hari ini, bahkan merambah ke dunia digital lewat tren e-hongbao. Bagi diaspora Tionghoa di seluruh dunia, melihat warna merah saat Imlek adalah melihat harapan baru yang lebih cerah, berani, dan penuh kemakmuran.