Menyambut Imlek 2026: Masuk Tahun Kongzili ke-2577, Simak Makna dan Cara Hitung Kalendernya!

fin.co.id - 10/02/2026, 16:20 WIB

Menyambut Imlek 2026: Masuk Tahun Kongzili ke-2577, Simak Makna dan Cara Hitung Kalendernya!

Tahun Baru Imlek 2026 memasuki tahun ke-2577 Kongzili.Foto:Ilustrasi/Unsplash@Jason Leung

fin.co.id – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 sudah di depan mata. Berdasarkan penanggalan masehi, hari besar bagi masyarakat Tionghoa ini akan jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026. Menjelang perayaan tersebut, banyak masyarakat yang mulai mencari tahu mengenai angka tahun Kongzili yang menyertai perayaan Imlek kali ini. Lantas, tahun 2026 merupakan Imlek Kongzili ke berapa?

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, tahun ini menandai perayaan Tahun Baru Imlek ke-2577 Kongzili. Angka ini bukan sekadar urutan tahun, melainkan memiliki akar sejarah yang kuat dalam budaya dan keyakinan masyarakat Tionghoa, khususnya penganut agama Khonghucu.

Mengenal Istilah Kongzili dan Asal-Usulnya

Istilah Kongzili merujuk pada sistem penanggalan yang berkaitan erat dengan tokoh agung Nabi Kongzi. Berdasarkan materi pendidikan agama Khonghucu, Nabi Kongzi merupakan sosok yang menyebarkan ajaran tentang kasih dan kebajikan. Penetapan awal tahun Kongzili sendiri bertepatan dengan tahun kelahiran sang nabi, yakni pada 551 Sebelum Masehi (SM).

Cara menghitung angka tahun Kongzili sebenarnya cukup sederhana. Masyarakat hanya perlu menjumlahkan tahun masehi yang sedang berjalan dengan angka 551. Sebagai contoh, untuk tahun 2026, perhitungannya adalah 2026 + 551, sehingga menghasilkan angka 2577. Sistem ini menggunakan dasar peredaran bulan mengelilingi bumi (Yinli), di mana satu siklus bulan membutuhkan waktu sekitar 29,5 hari.

Rumitnya Penentuan Tanggal Imlek Lewat Kalender Lunisolar

Meskipun angka tahun Kongzili bisa dihitung dengan rumus matematika sederhana, penentuan jatuhnya hari pertama Imlek justru jauh lebih kompleks. Masyarakat Tionghoa menggunakan sistem kalender lunisolar, yang merupakan gabungan antara pergerakan matahari dan rotasi bulan. Dalam sistem ini, hari pertama setiap bulan bermula saat posisi bulan berada tepat di antara bumi dan matahari.

Karena jumlah hari dalam satu tahun lunar hanya berkisar 354 hingga 355 hari, terdapat perbedaan durasi dengan kalender matahari. Guna menyeimbangkan perbedaan tersebut, kalender Tionghoa menerapkan bulan kabisat setiap tiga tahun sekali, sehingga jumlah bulannya bertambah menjadi 13 bulan. Inilah alasan mengapa tanggal Imlek selalu bergeser dalam kalender masehi, namun tetap berada dalam rentang 21 Januari hingga 20 Februari.

Penentuan hari raya Imlek biasanya mengikuti kemunculan bulan baru kedua setelah titik balik musim dingin (winter solstice). Dengan segala keunikan perhitungannya, Imlek 2577 Kongzili pada tahun 2026 nanti diharapkan menjadi momen refleksi untuk mengedepankan kasih sayang sesuai ajaran yang diwariskan dalam sejarah penanggalan tersebut.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID