Tembus Langsung ke Masjidil Haram, Kampung Haji RI di Makkah Bakal Dilengkapi Terowongan Khusus

fin.co.id - 04/02/2026, 09:16 WIB

Tembus Langsung ke Masjidil Haram, Kampung Haji RI di Makkah Bakal Dilengkapi Terowongan Khusus

Pemerintah percepat pembangunan Kampung Haji RI di Makkah. Menag ungkap rencana terowongan khusus ke Masjidil Haram dan target operasional penuh pada 2027.Foto: Ilust/Unsplash@Izuddin Helmi Adnan

fin.co.id – Proyek ambisius Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, terus menunjukkan progres signifikan. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa kawasan terpadu tersebut nantinya akan memiliki akses eksklusif berupa terowongan yang menghubungkan langsung area perkampungan dengan Masjidil Haram.

Fasilitas infrastruktur ini menjadi terobosan penting untuk mempermudah mobilitas jemaah haji asal tanah air. Mengingat lokasi Kampung Haji berada di radius 1 hingga 3 kilometer dari Ka’bah, keberadaan terowongan tersebut bakal memangkas waktu tempuh secara drastis serta menjamin keamanan jemaah dari kepadatan lalu lintas kota Makkah.

"Kita sudah mendapatkan lahan sekitar 60 hektare. Nantinya akan ada terowongan yang menghubungkan Masjidil Haram dengan perkampungan Indonesia itu," ujar Nasaruddin Umar di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa 3 Februari 2026.

Saat ini, pemerintah melalui Danantara telah bergerak cepat dengan mengakuisisi lahan dan hotel sebanyak tiga tower di kawasan Thakher. Ketiga tower tersebut menyediakan sedikitnya 1.461 kamar yang siap menampung jemaah. Namun, ini hanyalah tahap awal dari rencana besar pemerintah.

Rencananya, pengembang akan membangun 13 tower tambahan serta berbagai fasilitas penunjang di area tersebut. Pemerintah menargetkan pengerjaan belasan tower baru ini akan dimulai pada kuartal IV tahun 2026. Jika berjalan sesuai rencana, Kampung Haji RI bakal beroperasi secara penuh pada musim haji 2027 mendatang.

Keberhasilan Indonesia mengamankan properti di tanah haram ini tak lepas dari kedekatan diplomatik Presiden Prabowo Subianto dengan Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Hubungan erat ini bahkan mendorong Pemerintah Arab Saudi merombak regulasi pekan lalu, yang kini secara resmi mengizinkan pihak asing memiliki properti di Makkah dan Madinah.

Langkah strategis ini menjadi solusi jangka panjang pemerintah dalam menyediakan akomodasi yang layak, terpadu, dan efisien. Dengan memiliki aset sendiri, Indonesia tidak lagi bergantung sepenuhnya pada fluktuasi harga sewa hotel di Arab Saudi setiap musim haji tiba.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID