Banjir Bandang Terjang Jember, Eks Sekdes Dilaporkan Hilang Terseret Arus

fin.co.id - 03/02/2026, 07:32 WIB

Banjir Bandang Terjang Jember, Eks Sekdes Dilaporkan Hilang Terseret Arus

Banjir bandang menerjang Kecamatan Panti dan Rambipuji, Jember. Mantan Sekdes Pakis dilaporkan hanyut terseret arus, sementara puluhan rumah rusak terendam lumpur.Foto:Iluts/IG@bpbdkabjember

fin.co.id - Bencana banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Senin 2 Februari 2026 malam. Peristiwa ini menerjang pemukiman warga di dua kecamatan, yakni Kecamatan Panti dan Rambipuji, hingga menyebabkan seorang warga dilaporkan hilang terseret derasnya arus.

Korban yang hilang diketahui bernama Wahid, yang merupakan mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Pakis. Tim SAR gabungan kini tengah berupaya melakukan pencarian intensif di sepanjang aliran sungai untuk menemukan keberadaan korban.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edi Budi Susilo, menjelaskan bahwa bencana ini bermula dari hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Badean sejak Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB. Kondisi tersebut memicu kenaikan debit air sungai yang berubah warna menjadi coklat pekat dan berlumpur.

"Pada pukul 19.40 WIB, banjir bandang membawa material lumpur, potongan bambu, hingga batang kayu meluap ke pemukiman. Arus yang sangat deras menggerus dapur rumah warga di bantaran sungai dan menghanyutkan Pak Wahid," ungkap Edi pada Selasa 3 Februari 2026.

Data sementara BPBD Jember mencatat sebanyak 30 rumah di Desa Pakis, Kecamatan Panti, terdampak langsung dengan ketinggian lumpur mencapai 20 centimeter. Sejumlah dapur warga bahkan dilaporkan ambruk total diterjang kekuatan air. Akibatnya, puluhan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Bencana serupa juga melanda Dusun Tembelang di Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji. Di wilayah ini, dua rumah terendam banjir lumpur setinggi 40 centimeter dan aliran sungai terhambat oleh robohnya rumpun bambu yang melintang di badan sungai.

Hari ini, tim gabungan bersama masyarakat melakukan aksi gotong royong untuk membersihkan sisa-sisa lumpur dan akses jalan. BPBD Jember juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk membuka dapur umum, serta meminta Dinas Kesehatan memberikan layanan pengobatan bagi warga yang terdampak. Pencarian korban hilang menjadi prioritas utama tim di lapangan saat ini.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID