fin.co.id – Ujian berat langsung menghampiri John Herdman dalam mengawali kariernya sebagai nakhoda baru Timnas Indonesia. Pelatih asal Inggris tersebut dipastikan tidak bisa menurunkan kekuatan terbaiknya pada ajang FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23-31 Maret mendatang.
Sebanyak empat pemain kunci skuad Garuda terpaksa absen karena kombinasi masalah hukuman FIFA dan cedera parah. Kondisi ini membuat Herdman harus memutar otak lebih keras guna mencari pelapis yang sepadan di pertandingan perdananya menangani Merah Putih.
Thom Haye dan Shayne Pattynama Terjerat Sanksi FIFA
Dua nama besar, Thom Haye dan Shayne Pattynama, menjadi kehilangan terbesar di lini tengah dan belakang. Keduanya harus menepi akibat sanksi disiplin dari FIFA menyusul insiden setelah laga melawan Irak pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran keempat lalu.
FIFA menilai Thom dan Shayne melakukan tindakan tidak sportif terhadap ofisial pertandingan. Akibatnya, kedua pemain naturalisasi ini dijatuhi hukuman larangan bertanding sebanyak empat kali serta denda masing-masing sebesar 5.000 franc Swiss.
Krisis Lini Serang dan Pertahanan: Asnawi dan Marselino Cedera Parah
Selain masalah sanksi, hantaman cedera juga melumpuhkan kekuatan Timnas Indonesia. Bek kanan andalan, Asnawi Mangkualam, masih harus menjalani masa pemulihan panjang setelah operasi Anterior Cruciate Ligament (ACL). Pemain yang merumput di Port FC ini diprediksi baru bisa kembali merumput pada tengah tahun ini.
Nasib serupa menimpa wonderkid Marselino Ferdinan. Gelandang kreatif Oxford United tersebut mengalami cedera hamstring yang cukup serius hingga harus naik meja operasi. Marselino diperkirakan harus menepi dari lapangan hijau setidaknya hingga Mei 2026 mendatang.
Baca Juga
Meski kehilangan empat pemain pilar, John Herdman tetap memiliki sejumlah opsi pemain lain yang merumput di dalam maupun luar negeri. Publik sepak bola tanah air kini menanti tangan dingin eks pelatih Timnas Kanada tersebut dalam meramu skuad yang ada demi meraih hasil maksimal di FIFA Series 2026.