Awas! Mobil Listrik Mogok di Tol Bisa Jadi Petaka, JMTO Bongkar Strategi Rahasia Penanganan EV 24 Jam!

fin.co.id - 29/01/2026, 18:56 WIB

Awas! Mobil Listrik Mogok di Tol Bisa Jadi Petaka, JMTO Bongkar Strategi Rahasia Penanganan EV 24 Jam!

JMTO siapkan tim khusus tangani insiden mobil listrik di jalan tol 24 jam. Kenali strategi 3E+1C dan pentingnya cek rutin baterai agar tak mogok di tol!

fin.co.id - Tren penggunaan mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) di Indonesia sedang meroket tajam! Namun, di balik kecanggihan teknologinya, tersimpan tantangan besar saat kamu melintasi jalan tol. PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) baru saja merilis peringatan penting: jangan samakan mitigasi insiden mobil listrik dengan kendaraan konvensional (BBM)!

Karakteristik baterai dan komponen elektrikal yang unik menuntut penanganan ekstra khusus saat terjadi gangguan teknis. Jika kamu tidak rutin melakukan pemeliharaan, risiko mogok di tengah arus kencang tol bukan lagi sekadar banyolan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan nyawa.

Data Mengejutkan 2025: Mogok dan Pecah Ban Dominasi Gangguan Mobil Listrik

Sepanjang tahun 2025, JMTO mencatat kabar yang cukup melegakan namun tetap perlu kita waspadai. Persentase kecelakaan mobil listrik di jalan tol relatif kecil, hanya sekitar 2 persen dari total insiden. Sementara itu, permintaan layanan derek untuk EV cuma menyentuh angka 1 persen.

Meski angkanya mini, penyebab gangguan ini sangat klasik: mobil mogok dan pecah ban! Fenomena ini membuktikan bahwa pemilik kendaraan listrik seringkali abai terhadap pengecekan rutin sebelum tancap gas di jalan bebas hambatan.

Strategi 3E+1C: Rahasia JMTO Amankan Pengguna Jalan 24 Jam

Operation Controlling and Evaluation Department Head PT JMTO, Citra Maharani, menegaskan bahwa kesiapan kendaraan adalah harga mati. JMTO sendiri tidak main-main dalam melindungi konsumen dengan menerapkan strategi tempur 3E+1C (Engineering, Education, Law Enforcement, dan Customer Service).

“JMTO secara konsisten melakukan kegiatan pelatihan rutin yang tujuannya agar pengetahuan dan kemampuan petugas terus meningkat. Misalnya tentang pentingnya mengetahui anatomi kendaraan sehingga dalam rangka penanganan kejadian khusus, evakuasi korban kecelakaan yang terperangkap di dalam kendaraannya, cara-cara melakukan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan, serta penanganan kendaraan yang kebakaran dapat dilakukan dengan penanganan yang tepat, aman dan sesuai prosedur,” ujar Citra Maharani.

JMTO kini memantau pergerakan lalu lintas menggunakan smart CCTV dan Incident Management System. Jadi, saat kamu mengalami masalah, tim Mobile Customer Service dan Rescue yang sudah paham anatomi kabel tegangan tinggi mobil listrik akan langsung meluncur ke lokasi.

Pelatihan Petugas: Dari Evakuasi Korban Hingga Ledakan Baterai

Mengapa petugas jalan tol harus ikut pelatihan khusus EV? Karena mengevakuasi korban yang terjepit di dalam mobil listrik jauh lebih berisiko tersengat aliran listrik jika petugas tidak paham titik potong rangka yang aman. JMTO memastikan seluruh tim di lapangan telah menguasai prosedur pemadaman api khusus kendaraan listrik demi meminimalisir dampak ledakan baterai.

Ke depan, JMTO akan terus memperkuat sistem mitigasi insiden demi mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan. Kamu pun bisa berkendara dengan lebih tenang karena layanan digital seperti aplikasi TRAVOY dan Call Center 14080 selalu siaga membantu kapan pun kamu butuhkan. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID