Kronologi dan Penyebab Pesawat Smart Air Mendarat di Laut Nabire

fin.co.id - 27/01/2026, 18:19 WIB

Kronologi dan Penyebab Pesawat Smart Air Mendarat di Laut Nabire

Pesawat Smart Air dengan rute Nabire–Kaimana mendarat di pantai

fin.co.id - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kronologi insiden pesawat Smart Air tipe Cessna 208B Caravan dengan registrasi PK-SNS yang melakukan pendaratan darurat di Bandara Douw Aturure, Nabire, Papua Tengah, pada Selasa, 27 Januari 2026.

Pesawat yang melayani rute Nabire (NBX)–Kaimana (KNG) tersebut mengalami gangguan mesin sesaat setelah lepas landas.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menjelaskan, pesawat berangkat dari Bandara Nabire sekitar pukul 12.54 WIT. Namun tak lama setelah mengudara, pilot mendeteksi adanya gangguan pada mesin (engine).

“Pilot in Command (PIC) Capt. Tania K. sempat memutuskan untuk melakukan Return to Base (RTB) atau kembali ke bandara asal,” ujar Lukman dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).

Namun, kondisi mesin justru semakin memburuk. Daya dorong (thrust power) pesawat terus menurun secara signifikan.

Melihat situasi tersebut, pilot mengambil keputusan cepat demi keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat.

“Karena daya dorong mesin terus menurun, pilot memutuskan melakukan pendaratan darurat di ujung pantai sekitar Runway 17 Bandara Douw Aturure Nabire,” jelas Lukman.

Pendaratan darurat dilakukan sekitar pukul 13.17 WIT di area pantai yang bersebelahan langsung dengan landasan bandara. Seluruh Penumpang dan Kru Selamat Pesawat Smart Air tersebut mengangkut 13 orang, terdiri dari 11 penumpang dan dua kru pesawat.

Dalam insiden ini, tidak terdapat korban jiwa maupun luka serius. “Seluruh penumpang dan awak pesawat telah dievakuasi dengan selamat ke terminal bandara,” kata Lukman.

Hal senada disampaikan Kepala Kantor SAR Biak, Kundori, yang memastikan kondisi seluruh penumpang dan kru dalam keadaan aman.

“Seluruh kru dan penumpang dilaporkan selamat tanpa mengalami luka fatal,” ujarnya.

Penanganan Lokasi dan Koordinasi Lintas Instansi Pasca kejadian, Kemenhub melalui UPBU Douw Aturure Nabire langsung melakukan koordinasi intensif dengan operator penerbangan, TNI, Polri, otoritas bandara, serta tim SAR gabungan.

Saat ini, petugas tengah melakukan penarikan pesawat ke area pantai dan memastikan kondisi bandara tetap aman serta operasional penerbangan tidak terganggu.

“Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan aman dan terkendali,” ujar Lukman.

Untuk mengetahui penyebab pasti gangguan mesin yang memicu pendaratan darurat, Kemenhub menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis

FIN Biro Karawang Bekasi