Sasar Kanada, Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen Jika Ottawa Nekat Dekati China

fin.co.id - 25/01/2026, 09:32 WIB

Sasar Kanada, Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen Jika Ottawa Nekat Dekati China

Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% terhadap semua barang impor dari Kanada jika Ottawa nekat menjalin kerja sama dagang dengan China.Foto:X

fin.co.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu ketegangan perdagangan internasional melalui pernyataan kerasnya pada Sabtu 24 Januari 2026 Waktu setempat. Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat siap memberlakukan tarif sebesar 100 persen terhadap seluruh barang impor asal Kanada. Ancaman ini muncul sebagai reaksi atas potensi penguatan kerja sama perdagangan antara Kanada dan China.

Melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Trump memberikan peringatan langsung kepada Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. Ia menyatakan bahwa langkah Kanada untuk memperdalam hubungan ekonomi dengan China akan membawa konsekuensi fatal bagi akses pasar Kanada di Amerika Serikat.

Kekhawatiran AS Soal Jalur Transit Produk China

Trump menuding bahwa Kanada berpotensi menjadi "pelabuhan transit" bagi barang-barang asal China untuk menyusup ke pasar Amerika tanpa hambatan. Menurutnya, kerja sama ekonomi yang lebih erat antara Ottawa dan Beijing tidak hanya akan merugikan stabilitas ekonomi AS, tetapi juga berisiko menghancurkan standar hidup warga Kanada sendiri.

“Jika mereka (Kanada) terus menginjak pedal gas dalam perdagangan dengan China, maka tarif penuh 100 persen akan segera berlaku untuk setiap produk Kanada yang masuk ke pasar kami,” tegas Trump.

Ancaman ini menandai eskalasi tajam dalam diplomasi ekonomi kedua negara yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat. Trump secara konsisten mendorong kebijakan proteksionisme guna memastikan rantai pasok global tidak didominasi oleh pengaruh China, bahkan jika harus menekan negara tetangganya sendiri.

Implikasi Terhadap Rantai Pasok Global

Para pengamat ekonomi menilai langkah ini akan mengguncang integrasi industri di Amerika Utara, terutama pada sektor otomotif dan energi yang sangat bergantung pada kelancaran arus barang lintas batas. Jika tarif ini benar-benar berlaku, harga barang konsumsi di kedua negara diprediksi akan melonjak tajam.

Hingga saat ini, pihak pemerintah Kanada di bawah kepemimpinan Mark Carney belum memberikan tanggapan resmi terkait ancaman tersebut. Namun, situasi ini dipastikan akan memperumit perundingan dagang regional dan memaksa Kanada untuk memilih posisi di tengah persaingan sengit antara dua kekuatan ekonomi dunia, AS dan China.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID