Jangan Tunda Lagi! Inilah Panduan Lengkap Niat dan Prosedur Qadha Puasa Ramadan

fin.co.id - 25/01/2026, 12:24 WIB

Jangan Tunda Lagi! Inilah Panduan Lengkap Niat dan Prosedur Qadha Puasa Ramadan

Panduan lengkap niat dan tata cara qadha puasa Ramadan yang benar menurut syariat Islam sebelum memasuki bulan Ramadan berikutnya.

fin.co.id - Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan rukun Islam yang wajib bagi setiap Muslim. Namun, syariat memberikan keringanan bagi mereka yang memiliki uzur tertentu seperti sakit, perjalanan jauh (safar), haid, hingga nifas untuk meninggalkan puasa. Meski demikian, hari-hari yang ditinggalkan tersebut tetap menjadi utang ibadah yang wajib dibayar di luar bulan suci.

Mengganti utang puasa atau yang dikenal dengan istilah qadha puasa, merupakan bentuk tanggung jawab hamba kepada Sang Pencipta. Mengingat waktu yang terus berjalan menuju Ramadan berikutnya, umat Islam diimbau untuk segera menuntaskan kewajiban ini agar tidak menjadi beban ibadah di masa depan.

Landasan Syar'i Kewajiban Qadha

Kewajiban mengganti puasa ini memiliki landasan hukum yang kuat dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:

"...Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain..."

Ayat ini menegaskan bahwa qadha puasa harus dilakukan sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan. Allah menghendaki kemudahan bagi hamba-Nya dan tidak ingin memberatkan, namun konsistensi dalam menyempurnakan bilangan puasa tetap menjadi prioritas utama.

Niat Puasa Qadha: Arab, Latin, dan Maknanya

Pembeda utama antara puasa sunnah dan puasa wajib (termasuk qadha) terletak pada niatnya. Niat puasa qadha harus terucap dalam hati atau dilafalkan pada malam hari sebelum terbit fajar. Berbeda dengan puasa sunnah, niat qadha tidak sah jika baru dilakukan pada siang hari.

Berikut adalah bacaan niat puasa qadha yang dapat Anda gunakan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Aku berniat berpuasa esok hari untuk mengganti kewajiban puasa bulan Ramadan karena Allah Ta'ala."

Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID