fin.co.id - Kepolisian Sektor (Polsek) Tigaraksa masih mendalami temuan cairan yang diduga tumpahan oli di tengah genangan banjir yang merendam kawasan industri olex tepatnya di Kampung Jambu, Desa Cisereh, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Cairan berwarna pekat tersebut muncul di permukiman warga RT 09/03 saat wilayah yang dekat dengan kawasan industri itu diterjang banjir.
Kapolsek Tigaraksa, AKP I Made Artana, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait dugaan pencemaran lingkungan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga yang terdampak banjir.
"Kami sudah menerima informasi tersebut dan telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Namun, fokus utama kami saat ini adalah yakni penanganan bencana banjir dan memastikan pertolongan bagi warga yang terdampak," ujar AKP I Made Artana kepada wartawan, dikutip Minggu, 25 Januari 2026.
Terkait jenis zat yang mencemari air banjir, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah cairan tersebut murni oli atau zat kimia lain. Lokasi yang masih terendam air menjadi kendala bagi tim untuk melakukan pengecekan mendalam.
"Kami belum bisa memastikan itu oli karena perlu pengecekan laboratorium. Langkah-langkah penyelidikan akan kami lakukan segera setelah air surut. Kami akan melakukan klarifikasi dan meminta keterangan dari perusahaan-perusahaan di sekitar area ini untuk memastikan asal tumpahan tersebut," tambahnya.
Meski penyelidikan formal masih menunggu kondisi air surut, langkah pencegahan telah dilakukan agar tumpahan tidak meluas. Warga bersama petugas secara swadaya telah berupaya melokalisir cairan tersebut agar tidak masuk ke area rumah tinggal.
"Kemarin sudah dilakukan langkah-langkah untuk melokalisir cairan tersebut agar tidak melebar ke area pemukiman warga yang lebih luas," jelas Made.
Menurut Made, hingga saat ini pihak kepolisian dan kecamatan belum menerima laporan keluhan gangguan kesehatan dari warga terkait paparan cairan tersebut. Namun, polisi memastikan akan menjalankan prosedur standar operasi (SOP) untuk mengusut apakah ada unsur kesengajaan dalam pembuangan limbah tersebut ke lingkungan.
"Mudah-mudahan tumpahan ini tidak berdampak luas pada kesehatan warga. Kami akan bertindak sesuai prosedur yang ada untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab," pungkasnya.