AS Hadapi Badai Musim Dingin Langka, Suhu Bisa Tembus Minus 50 Derajat Celsius

fin.co.id - 24/01/2026, 18:38 WIB

AS Hadapi Badai Musim Dingin Langka, Suhu Bisa Tembus Minus 50 Derajat Celsius

Salju di New York, Image: PublicDomainPictures / Pixabay

fin.co.id - Amerika Serikat tengah bersiap menghadapi badai musim dingin yang digambarkan para ahli sebagai salah satu yang paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir. Lebih dari 200 juta penduduk diperkirakan terdampak oleh kombinasi salju lebat, hujan beku, serta gelombang udara Arktik yang membawa suhu ekstrem hingga di bawah minus 50 derajat Celsius pada tingkat wind chill. Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat atau National Weather Service (NWS) memperingatkan bahwa kondisi ini bukan sekadar gangguan cuaca biasa, melainkan ancaman serius terhadap keselamatan manusia.

Dalam pernyataan resminya, NWS menyebut badai ini akan menciptakan kondisi yang “sangat berbahaya” dan dapat menimbulkan risiko mengancam jiwa. Pernyataan tersebut diterjemahkan secara kontekstual sebagai berikut: “Hembusan udara Arktik ini membawa suhu di bawah nol dan wind chill yang menimbulkan risiko hipotermia serta radang dingin yang mengancam nyawa pada kulit yang terpapar.” Peringatan ini menegaskan bahwa bahaya utama badai bukan hanya salju, tetapi juga suhu ekstrem yang bekerja cepat merusak jaringan tubuh manusia.

Jalur Pergerakan Badai dan Wilayah Terdampak

Badai musim dingin ini diperkirakan bergerak perlahan dari wilayah High Plains dan Pegunungan Rocky ke arah timur, menyapu sebagian besar Amerika Serikat. Kota-kota besar seperti Memphis, Nashville, Washington DC, Baltimore, Philadelphia, hingga New York berada di jalur langsung badai. Wilayah Selatan Rockies dan dataran Plains diperkirakan menerima salju tebal yang kemudian meluas ke kawasan Mid-Atlantic hingga Timur Laut.

Menurut data probabilistik presipitasi NWS, daerah yang berpotensi menerima lebih dari 30 sentimeter salju membentang luas dari Colorado hingga West Virginia dan terus ke wilayah Boston. Di beberapa bagian New Jersey timur laut dan New York tenggara, termasuk New York City, ketebalan salju diperkirakan mencapai 25 hingga 35 sentimeter. Sementara itu, wilayah New England selatan, termasuk Boston, berpotensi menerima salju antara 30 hingga 43 sentimeter disertai hembusan angin mencapai 48 kilometer per jam.

Suhu Ekstrem dan Fenomena Wind Chill

Aspek paling berbahaya dari badai ini adalah suhu ekstrem yang menyertainya. Di wilayah Northern Plains, NWS memperkirakan wind chill dapat turun hingga di bawah minus 50 derajat Celsius. Wind chill adalah ukuran gabungan antara suhu udara dan kecepatan angin yang mencerminkan seberapa cepat tubuh manusia kehilangan panas. Secara ilmiah, angin mempercepat penguapan panas dari permukaan kulit, sehingga tubuh merasakan suhu yang jauh lebih dingin dibandingkan suhu udara sebenarnya.

Penelitian dalam bidang fisiologi lingkungan menunjukkan bahwa pada wind chill di bawah minus 40 derajat Celsius, radang dingin dapat terjadi dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Pada kondisi ekstrem di bawah minus 50 derajat Celsius, waktu tersebut dapat menyusut menjadi hanya beberapa menit. Fakta ini menjelaskan mengapa otoritas cuaca menyebut badai ini sebagai ancaman langsung terhadap keselamatan jiwa, terutama bagi mereka yang terpapar di luar ruangan tanpa perlindungan memadai.

Dampak Terhadap Transportasi dan Infrastruktur

Badai musim dingin langka ini telah menyebabkan gangguan besar pada sektor transportasi. Ribuan penerbangan domestik maupun internasional yang masuk dan keluar Amerika Serikat dibatalkan atau ditunda. Otoritas bandara di berbagai kota besar telah mengeluarkan peringatan potensi gangguan perjalanan sepanjang akhir pekan.

NWS juga memperingatkan bahwa perjalanan darat dapat menjadi hampir mustahil pada puncak badai. Kombinasi salju tebal, es di permukaan jalan, dan jarak pandang rendah menciptakan kondisi berkendara yang sangat berbahaya. Secara teknis, es hitam atau black ice yang terbentuk dari hujan beku sering kali tidak terlihat oleh pengemudi, tetapi memiliki koefisien gesek yang sangat rendah, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan secara drastis.

Respons Pemerintah Negara Bagian

Sebagai langkah antisipasi, sedikitnya 16 negara bagian telah menetapkan status darurat. Kebijakan ini memungkinkan mobilisasi cepat sumber daya, termasuk pasukan Garda Nasional, peralatan pembersih salju, dan distribusi bahan bakar serta logistik darurat. Gubernur New York, Kathy Hochul, menyatakan bahwa negara bagian tersebut telah menyiapkan ribuan alat berat dan cadangan garam dalam jumlah besar. Pernyataannya dapat diterjemahkan sebagai berikut: “Tidak ada satu pun wilayah di negara bagian ini yang kebal dari dampak amukan alam.”

Di Texas, negara bagian yang pernah mengalami krisis listrik parah pada badai musim dingin 2021, pemerintah menegaskan bahwa jaringan listrik kini jauh lebih siap. Klaim kesiapan ini penting mengingat suhu ekstrem dapat meningkatkan permintaan energi secara drastis dan memicu kegagalan sistem jika tidak diantisipasi dengan baik.

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID