Jalan Sp. Blusuh–Sendawar Kutai Barat Dipreservasi Bertahap, Pemerintah Gaspol Kendalikan Truk ODOL

fin.co.id - 11/01/2026, 19:03 WIB

Jalan Sp. Blusuh–Sendawar Kutai Barat Dipreservasi Bertahap, Pemerintah Gaspol Kendalikan Truk ODOL

fin.co.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan penanganan berkelanjutan untuk ruas jalan Sp. Blusuh–Sendawar di Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Intisari :

  • Pemerintah berkomitmen menjaga kemantapan jalan nasional demi konektivitas dan ekonomi daerah.
  • Preservasi jalan Sp. Blusuh–Sendawar akan dilakukan secara bertahap dan terencana.
  • Upaya penanganan melibatkan pengendalian kendaraan ODOL sebagai penyebab utama kerusakan.

Kabar gembira bagi masyarakat Kutai Barat dan sekitarnya! Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), khususnya Direktorat Jenderal Bina Marga, tidak tinggal diam. Mereka terus bergerak memastikan jaringan jalan nasional tetap prima, demi memuluskan konektivitas antarwilayah dan memacu geliat ekonomi daerah.

Salah satu fokus perhatian saat ini adalah kegiatan preservasi jalan pada Ruas Sp. Blusuh–Sp. 3 Damai–Barong Tongkok–Mentiwan (Sendawar) yang terletak di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Ini bukan sekadar perbaikan biasa, melainkan langkah strategis untuk menjaga aset vital negara.

“Ruas Sp. Blusuh–Sendawar merupakan salah satu akses penghubung antawilayah yang penting bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian di Kutai Barat dan Mahakam Ulu," ujar Menteri PU Dody Hanggodo dengan tegas.

Beliau menambahkan, "Oleh karena itu, Kementerian PU memastikan penanganan terus dilakukan secara bertahap, terencana, dan berkelanjutan agar jalan tetap laik fungsi.” Pernyataan ini tentu saja disambut baik oleh warga yang selama ini bergantung pada kelancaran akses jalan tersebut.

Penanganan Jangka Panjang Dimulai, Solusi Tuntas di Depan Mata!

Kabar baiknya lagi, preservasi jalan ini tidak akan dilakukan sekadarnya. Kementerian PU telah menyiapkan skema Multi Years Contract (MYC) yang akan berjalan pada tahun anggaran 2025-2027. Ini artinya, ada komitmen jangka panjang untuk memastikan kondisi jalan tetap prima selama bertahun-tahun.

Lingkup pekerjaan yang disiapkan pun sangat komprehensif. Bayangkan, ada pemeliharaan rutin jalan sepanjang 15,94 km, pemeliharaan rutin kondisi sepanjang 24,36 km, serta rehabilitasi minor jalan sepanjang 2,44 km. Tak hanya itu, rehabilitasi mayor jalan sepanjang 17,21 km dan rekonstruksi jalan sepanjang 4,05 km juga masuk dalam rencana. Jangan lupakan juga jembatan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari infrastruktur jalan; pemeliharaan rutin jembatan sepanjang 291,2 m dan pemeliharaan berkala jembatan sepanjang 234,6 m juga akan dilaksanakan.

Tentu saja, semua ini dilakukan karena ada kebutuhan mendesak. Sebelum program preservasi ini bergulir, kondisi jalan pada ruas tersebut memang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan di beberapa titik. Siapa sangka, penyebab utamanya ternyata cukup mengkhawatirkan.

Akar Masalah Terungkap, Pengendalian ODOL Jadi Kunci!

Berdasarkan hasil evaluasi mendalam di lapangan, ditemukan bahwa tingginya intensitas kendaraan yang melanggar aturan dimensi dan muatan (Over Dimension Over Loading - ODOL) menjadi biang keladi utama kerusakan jalan ini. Kendaraan ODOL ini terus menerus melintas tanpa terkendali, memberikan beban berlebih yang tak mampu ditahan oleh struktur jalan.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menjelaskan bahwa pihaknya tak hanya fokus pada perbaikan fisik semata. Koordinasi lintas sektor menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan.

“Kami sejak awal selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam penanganan ruas ini,” ungkap Yudi Hardiana.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID