Ragam . 09/01/2026, 10:38 WIB

Cuan dari Sampah! Wamen PU Bocorkan Strategi Infrastruktur PSEL, Siap Groundbreaking 34 Titik

Penulis : Sigit Nugroho
Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Pemerintah tengah tancap gas mengejar target kemandirian energi berbasis lingkungan. Jangan sampai Anda ketinggalan informasi krusial ini! Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti baru saja membocorkan rencana besar Kementerian PU dalam mendukung proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah strategis ini bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan bagian dari program hilirisasi besar-besaran yang siap mengubah limbah menjadi pundi-pundi listrik.

Pemerintah kabarnya segera memulai pembangunan proyek "Waste to Energy" ini di 34 lokasi berbeda. Jika semua berjalan sesuai rencana, peletakan batu pertama atau groundbreaking akan berlangsung mulai Januari hingga Maret mendatang. Ini adalah peluang besar bagi efisiensi pengelolaan sampah perkotaan yang selama ini menjadi beban fiskal dan lingkungan.

Dukungan Infrastruktur Skala Komunal dan Kawasan

Kementerian Pekerjaan Umum akan memfasilitasi infrastruktur pengolahan sampah yang mampu mendongkrak keandalan teknik PSEL. Dukungan tersebut mencakup pembangunan sarana pada skala komunal melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) serta skala kawasan lewat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Tujuannya jelas: menyeragamkan kualitas sampah dan mengurangi kuantitas sampah sebelum masuk ke mesin PSEL.

"Kementerian Pekerjaan Umum akan memfasilitasi infrastruktur pengolahan sampah yang sifatnya mampu mendukung keandalan teknik PSEL," ujar Diana di Jakarta, dilansir ANTARA, Jumat, 9 Januari 2025. Lewat fasilitasi ini, pemerintah berharap keandalan teknik proyek Waste to Energy tersebut tercapai dengan lebih baik sehingga operasi berjalan maksimal sesuai kapasitas.

Pangkas Biaya dan Volume Residu TPA

Mengapa dukungan infrastruktur pendukung ini begitu penting? Infrastruktur TPST dan TPS 3R bertugas sebagai penyaring utama. Dengan kualitas sampah yang seragam, PSEL mampu secara signifikan mengurangi volume atau massa residu yang harus berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Keuntungan lainnya adalah pengurangan biaya pengolahan sampah di PSEL secara dramatis.

Strategi ini juga bertujuan meminimalisir waktu henti (downtime/idle time) mesin pengolah. Dengan suplai sampah yang terkontrol kualitasnya, mesin energi terbarukan ini tidak akan sering mengalami gangguan teknis. Efisiensi inilah yang menjadi kunci agar proyek strategis nasional ini tidak menjadi investasi yang sia-sia.

Percepatan Perizinan dan Standar NPSK

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, Kementerian PU memiliki wewenang penuh untuk memberikan percepatan dukungan perizinan dan nonperizinan. Diana menegaskan bahwa kementeriannya akan menyederhanakan segala prosedur yang diperlukan bagi pengembang PSEL. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam memangkas birokrasi yang menghambat investasi hijau.

Melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PU juga menyusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NPSK) terkait pengelolaan persampahan nasional. Standar ini mencakup subsistem pewadahan, pengumpulan, hingga pemrosesan akhir. Tugas ini menjadi bukti peran vital kementerian selaku pembina keteknikan subsektor persampahan di tingkat nasional.

Sinergi Bareng Danantara dan Pemda

Kementerian PU tidak bergerak sendirian dalam mengeksekusi proyek raksasa ini. Diana memastikan pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Danantara, kementerian terkait lainnya, hingga pemerintah daerah. Sinergi lintas lembaga ini sangat krusial agar pembangunan infrastruktur pendukung PSEL di 34 titik tersebut berjalan sinkron dengan kondisi lapangan di setiap wilayah.

Pemerintah berharap integrasi antara teknologi ramah lingkungan dan dukungan infrastruktur teknik ini mampu menciptakan ekosistem pengolahan sampah yang berkelanjutan. Indonesia kini bersiap melompat menuju era di mana sampah bukan lagi masalah, melainkan sumber energi baru yang menguntungkan secara ekonomi dan teknik. - ANTARA - 

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id