Rekonstruksi Infrastruktur Ketenagalistrikan di Daerah Bencana adalah "Perjuangan"

fin.co.id - 05/01/2026, 10:31 WIB

Rekonstruksi Infrastruktur Ketenagalistrikan di Daerah Bencana adalah

Oleh: Tulus Abadi

Pegiat Perlindungan Konsumen, Ketua FKBI (Forum Konsumen Berdaya Indonesia)

SALAH satu dampak nyata bencana ekologis di Pulau Sumatera adalah hancurnya pelayanan publik dasar, seperti rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah. Tak ketinggalan juga hancurnya infrastruktur energi, seperti SPBU, depot gas LPG, dan terutama infrastruktur ketenagalistrikan, seperti gardu listrik, tiang distribusi listrik, bahkan transmisi 150 KV, pun ikut tumbang, dan hanyut terbawa banjir dan tanah longsor.

Upaya merevitalisasi hancurnya infrastruktur energi tersebut seperti menegakkan benang basah, penuh perjuangan dan mengharu-biru, melewati beyond of bussiness as usual. Misalnya, PT Pertamina sampai menggunakan helikopter untuk mendistribusikan gas elpiji 3 kg, dan bahkan BBM. Apalagi tim lapangan PLN yang dengan penuh perjuangan memasang kembali tiang/gardu listrik, dan transmisi 150 KV, bak bertaruh nyawa.

Itu semua dilakukan bukan hanya tanggung jawab korporasi PLN untuk melistriki masyarakat sebagai pelanggan/pengguna listrik, lebih dari itu adalah upaya mengembalikan sisi kemanusiaan yang hancur akibat bencana ekologis tersebut. Sangat mengharukan tim lapangan PLN harus menarik kabel di tengah lumpur dan hujan deras, yang artinya ini bukan hanya tingkat kesulitannya yang tinggi, tapi juga high risk, bagi keselamatan tim lapangan sendiri. Bahkan terlihat di lapangan kru PLN harus menggunakan sling baja untuk menyeberangi derasnya arus sungai, untuk mengirim pasokan logistik/makanan kepada petugas yang sedang melakukan rekonstruksi transmisi listrik.

Lebih dari itu, tak kalah mengharukan adalah dukungan masyarakat yang secara gotong royong membantu tim lapangan PLN, untuk bersama sama merekonstruksi transmisi listrik tersebut.

Melihat upaya yang keras dan dahsyat itu, managemen PT PLN dan tim lapangan, patut mendapatkan apresiasi yang tinggi atas kerja keras dan perjuangannya untuk membuat area bencana menjadi terang benderang kembali. Ini ibarat sebuah narasi suci: dari gelap gulita terbitlah terang benderang. Azan di masjid masjid di area bencana pun kembali berkumandang, dan aktivitas ibadah masyarakat kembali normal, seiring dengan pulihnya aliran listrik, terutama di Aceh.

Bravo dan terima kasih tim PLN dan terima kasih kepada masyarakat yang turut bahu-membahu merevitalisasi dan merekonstruksi infrastruktur ketenagalistrikan. Semoga semakin andal. ***

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca