fin.co.id - Kabar darurat datang dari Sumatra Barat! Menjelang pergantian tahun, Kabupaten Agam kembali berduka akibat terjangan banjir bandang susulan yang melanda Jorong Pasar Maninjau pada Rabu, 31 Desember 2025. Longsor susulan di kawasan Kelok 28 bahkan memutus jalur vital Pasar Maninjau–Lubuk Alung. Namun, Anda tidak perlu cemas soal penanganannya, karena pemerintah langsung pasang badan!
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung tancap gas mengerahkan bantuan masif ke lokasi bencana. Fokus utama mereka adalah membuka akses jalan yang lumpuh total dan memastikan warga di pengungsian tidak kekurangan fasilitas dasar. Langkah taktis ini menjadi bukti bahwa negara hadir saat rakyat sedang dalam kondisi genting.
Menteri Dody Hanggodo: Pastikan Konektivitas dan Logistik Aman!
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kementeriannya tidak akan membiarkan Kabupaten Agam terisolasi. Seluruh sumber daya, mulai dari personel tanggap darurat hingga alat-alat berat, sudah diterjunkan untuk menangani sektor jalan, jembatan, serta infrastruktur sumber daya air.
“Kami bergerak cepat untuk memastikan konektivitas tetap terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi pengungsian terpenuhi,” tegas Menteri Dody. Komitmen ini terlihat nyata sejak Kamis, 1 Januari 2026, di mana tim gabungan bersama TNI-Polri dan Pemerintah Kabupaten Agam mulai berjibaku membersihkan material longsoran.
Pembersihan material ini sangat krusial agar jalur logistik kembali normal. Tanpa akses jalan yang terbuka, pengiriman bantuan makanan dan obat-obatan tentu akan terhambat. Oleh karena itu, percepatan pembukaan jalur menjadi prioritas nomor satu saat ini.
Waspada Longsor Susulan di Kelok 28
Meski tim terus bekerja, ancaman ternyata belum sepenuhnya hilang. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Naryo Widodo, memperingatkan bahwa potensi longsor susulan di Kelok 28 masih sangat tinggi. Kawasan tersebut masih menyimpan tumpukan material yang labil dan bisa runtuh sewaktu-waktu jika cuaca buruk kembali melanda.
Untuk mengantisipasi hal itu, penambahan "pasukan" alat berat terus dilakukan. Saat ini, sudah ada 2 unit alat dari Polri, 1 unit dari BWS, serta 1 unit wheel loader dari PU Kabupaten yang beroperasi di lapangan. Tak berhenti di situ, BWS berencana menambah armada lagi pada tanggal 3 dan 6 Januari 2026 mendatang.
Sinergi antarlembaga ini menjadi kunci keberhasilan pemulihan infrastruktur. Dengan koordinasi yang intensif, diharapkan risiko bencana lanjutan bisa diminimalisir dan proses pembersihan lahan berjalan lebih efektif.
Relokasi ke Huntara dan Pasokan Air Bersih Melimpah
Bagi warga Kecamatan Tanjung Raya yang terdampak parah, pemerintah telah mengambil langkah evakuasi yang lebih permanen. Warga kini mulai dipindahkan ke hunian sementara (huntara) yang berlokasi di Palembayan, Kabupaten Agam. Langkah ini diambil demi menjamin keamanan dan kenyamanan mereka daripada bertahan di tenda pengungsian yang darurat.
Kementerian PU juga tidak main-main soal sanitasi. Mereka telah memobilisasi alat-alat canggih untuk menyuplai air bersih, di antaranya:
Baca Juga
- 1 unit Mobile Treatment Unit (MTA) untuk pengolahan air otomatis.
- 5 unit hidran umum di titik-titik pengungsian.
- Penyiagaan mobil tangki air secara berkala.
Fasilitas ini sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit pascabencana yang sering kali menghantui lokasi pengungsian.