fin.co.id - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menegaskan kesiapan operasional Jasa Marga menjelang peningkatan volume lalu lintas kendaraan keluar Jabotabek periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).
"Berdasarkan pemantauan lalu lintas dan analisis pola mobilitas kendaraan, kami memproyeksikan adanya peningkatan volume lalu lintas kendaraan keluar Jabotabek yang akan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025. Berdasarkan survei internal kami, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan di lingkungan pemerintahan dan sektor lainnya," ujar Rivan.
“Kami memandang perubahan pola perjalanan ini sebagai faktor penting dalam perencanaan operasional. Jasa Marga telah mengintensifkan koordinasi lintas instansi dan menyiagakan sumber daya untuk memastikan layanan jalan tol tetap aman, andal, dan responsif. Untuk mengantisipasi lonjakan volume tersebut, Jasa Marga mengimplementasikan penguatan monitoring real-time, penambahan personel operasional di titik-titik strategis, pengaturan arus lalu lintas bersama Kepolisian, serta optimalisasi fasilitas pendukung di rest area," tambah Rivan.
Sebagai bagian dari strategi mitigasi risiko keselamatan dan kepadatan, Jasa Marga mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk mengoptimalkan waktu istirahat di rest area sesuai kebutuhan dalam mendukung kenyamanan dan keselamatan.
Istirahat yang terencana dan cukup di rest area diharapkan dapat mengurangi risiko kelelahan pengemudi serta membantu mendistribusikan beban kendaraan sehingga arus lalu lintas menjadi lebih teratur.
Jasa Marga juga mengimbau pengguna jalan agar memanfaatkan fasilitas rest area secara tertib, mematuhi rambu dan petunjuk petugas, serta memperhatikan kapasitas dan etika parkir agar layanan dapat dinikmati semua pihak.
Pada periode libur H-7 s.d H-3 Hari Natal 2025 yang jatuh pada periode Kamis, 18 Desember 2025 pukul 06.00 WIB s.d Selasa, 23 Desember 2025 pukul 06.00 WIB, Jasa Marga mencatat sebanyak 829.223 ribu kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek.
Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikupa (menuju arah Merak), GT Ciawi (menuju arah Puncak), GT Cikampek Utama (menuju arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (menuju arah Bandung).
Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 10,1% jika dibandingkan lalin normal (753.284 kendaraan) pada periode yang sama.
Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek dari ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 377.497 kendaraan (45,5%) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 254.004 kendaraan (30,6%) menuju arah Barat (Merak), dan 197.722 kendaraan (23,8%) menuju arah Selatan (Puncak).
Baca Juga
Adapun rincian distribusi lalin sebagai berikut:
ARAH TIMUR (TRANS JAWA & BANDUNG)
- Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 189.046 kendaraan, meningkat sebesar 26,2% dari lalin normal.
- Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 188.451 kendaraan, meningkat sebesar 14,8% dari lalin normal.
Total lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 377.497 kendaraan, meningkat sebesar 20,2% dari lalin normal.