fin.co.id - Akses vital di Sumatera Utara, tepatnya Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, mengalami kerusakan parah setelah dihantam oleh dampak buruk dari Badai Siklon Senyar yang memicu curah hujan ekstrem dan banjir bandang di wilayah Medan. Kerusakan ini mengancam kelancaran mobilitas dan distribusi logistik di salah satu jalur terpenting di Sumatera Utara. Namun, PT Jasa Marga (Persero) Tbk langsung bergerak cepat, atau dalam istilah Dirutnya, mereka sudah "all out"!
PT Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT), anak usaha Jasa Marga, langsung tancap gas melakukan perbaikan cepat pada ruas tol yang terdampak. Fokus utama penanganan ada pada pemulihan struktur perkerasan jalan penghubung atau yang biasa kita kenal sebagai oprit jembatan. Bagian ini mengalami amblas serius. Kejadian amblasnya oprit ini dipicu oleh banjir besar pada sungai sekitar jalan tol. Air deras itu memengaruhi kondisi dan stabilitas tanah di area oprit jembatan, menyebabkan kerusakannya semakin parah.
Komitmen 'Gas Pol' Jasa Marga: Akses Mobilitas dan Distribusi Jadi Prioritas
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, tidak menyembunyikan keprihatinan Perusahaan atas musibah yang menimpa masyarakat Medan. Dia menegaskan komitmen mereka untuk melakukan percepatan perbaikan di KM 41+600 arah Medan Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Mengapa ini penting? Karena Jasa Marga ingin memastikan kebutuhan akses mobilitas dan distribusi masyarakat tetap terpenuhi sesegera mungkin.
"Kami menyampaikan dukungan dan empati mendalam bagi masyarakat terdampak banjir di Medan. Jasa Marga mengambil langkah cepat untuk melakukan perbaikan ruas tol terdampak dalam menjaga akses mobilitas dan distribusi tetap terpenuhi dengan mengutamakan kualitas struktur jembatan dan keselamatan pengguna jalan,” tegas Rivan. Ini adalah janji yang membuat kita semua berharap pemulihan bisa segera terjadi.
Penanganan kerusakan dilakukan secara paralel, baik pada jalur yang mengarah ke Tebing Tinggi maupun jalur menuju Medan. Jasa Marga mengerahkan serangkaian kegiatan teknis untuk memastikan stabilitas struktur jalan tetap aman. Selain itu, mereka juga berupaya keras agar kegiatan penanganan bisa selesai dalam waktu yang sangat singkat.
Target Tanggal Pembukaan: Jangan Sampai Terlewat!
Ini dia kabar yang paling dinanti pengguna jalan! Rivan memberikan target waktu yang ambisius untuk pemulihan akses tol ini. Dia mengatakan, Jasa Marga menargetkan pada tanggal 4 Desember 2025, Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi yang terdampak banjir sudah dapat dilalui kendaraan menuju Medan. Kabar baiknya, jalur ini akan beroperasi sebagian menggunakan 1 lajur.
Meskipun begitu, untuk pemulihan penuh hingga ruas tol dapat dilewati kembali secara normal, Jasa Marga menargetkan pada tanggal 16 Desember 2025. Artinya, dalam waktu kurang dari dua minggu setelah pembukaan sebagian, jalur ini diharapkan sudah pulih total dan lalu lintas bisa kembali berjalan lancar seperti sedia kala. Target yang ketat ini menunjukkan bahwa perbaikan dilakukan dengan sistem kerja 24 jam non-stop.
Rekayasa Lalu Lintas: Hindari Kemacetan dan Risiko!
Selama proses perbaikan yang intensif ini, Jasa Marga bekerja sama dengan Kepolisian setempat untuk menerapkan rekayasa lalu lintas pada titik yang terdampak. Anda sebagai pengguna jalan wajib mencermati skema pengalihan ini agar perjalanan Anda tidak terhambat dan tetap aman!
1. Perjalanan dari Arah Tebing Tinggi Menuju Medan
- Kendaraan akan dialihkan keluar melalui Gerbang Tol (GT) Kemiri dan GT Kualanamu.
2. Perjalanan dari Arah Kualanamu Menuju Medan
Baca Juga
- Kendaraan akan dialihkan keluar melalui GT Lubuk Pakam.