fin.co.id - PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas jalan tol. Pada Rabu, 24 September 2025, JMTM menerima kunjungan studi banding dari PT Adaro Indonesia di Pool Heavy Equipment yang berlokasi dekat Gerbang Tol Sentul Selatan 2, Bogor.
Agenda Studi Banding: Tukar Wawasan dan Teknologi
Kegiatan dimulai dengan presentasi dari PT Adaro Indonesia. Mereka memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pemeliharaan hauling road serta teknologi yang sudah mereka gunakan untuk meningkatkan efektivitas kerja. Presentasi ini membuka ruang diskusi tentang perbedaan karakteristik infrastruktur dan solusi yang dapat diadaptasi.
Kunjungan Lapangan dan Pemaparan dari JMTM
Setelah presentasi, rombongan meninjau langsung armada Pool Heavy Equipment milik JMTM. Agenda kemudian berlanjut ke pemaparan dari pihak tuan rumah. Hadir Direktur Proyek Konstruksi dan Pengembangan Bisnis PT JMTM, Linda Pakpahan, bersama timnya. Mereka menjelaskan profil perusahaan, tantangan dalam pemeliharaan jalan tol, serta strategi penerapan sistem manajemen aset untuk menjaga kualitas infrastruktur.
Diskusi dan Harapan dari Kolaborasi
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif. Kedua perusahaan sepakat bahwa pertukaran pengalaman dan teknologi sangat penting dalam mengembangkan sistem pemeliharaan yang lebih modern. “Melalui studi banding ini, kami berharap terjadi pertukaran pengalaman yang bermanfaat antara PT JMTM dan PT Adaro Indonesia. Sinergi seperti ini sangat penting, tidak hanya untuk memperkuat strategi pemeliharaan jalan tol, tetapi juga untuk mendorong inovasi serta penerapan teknologi yang berkelanjutan,” ungkap Linda Pakpahan.
Komitmen JMTM untuk Kolaborasi Berkelanjutan
JMTM menegaskan akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Sinergi semacam ini menjadi langkah nyata untuk mewujudkan pemeliharaan jalan yang andal, ramah lingkungan, dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Studi banding ini pun menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memperkuat inovasi dalam industri infrastruktur jalan. (*)