Tapi di lapangan? Visi itu justru kini dicampakkan. Yang memperkosa kesuciannya siapa? Ya kadernya sendiri. Bukan musuh, bukan lawan, tapi "anak kandung" organisasi sendiri.
Maka, jangan heran jika kini kader PMII tampak bisu nan ompong. Bukan karena kehilangan taring permanen, melainkan gigi susu yang tidak pernah tumbuh lagi. Sungguh menyedihkan, bukan? (*)