Viral! Seekor Buaya 2,5 Meter Tiba-Tiba Muncul di Minimarket Pulau Taliabu

fin.co.id - 19/08/2025, 13:45 WIB

Viral! Seekor Buaya 2,5 Meter Tiba-Tiba Muncul di Minimarket Pulau Taliabu

Seekor Buaya Masuk Toko Sembako di Taliabu, Warga Heboh Rekam Kejadian Langka. Image (Istimewa).

fin.co.id - Seekor buaya berukuran sekitar 2,5 meter membuat suasana malam Minggu warga Desa Wayo, Pulau Taliabu, Maluku Utara, berubah menjadi geger.

Hewan liar itu tiba-tiba muncul di area pemukiman dan masuk ke sebuah toko sembako bernama Toko Fujiama pada Minggu, 17 Agustus malam.

Peristiwa tak biasa ini sontak menyedot perhatian masyarakat sekitar. Rekaman video yang memperlihatkan buaya tersebut beredar luas di media sosial dan langsung viral, memicu rasa kaget sekaligus penasaran dari warganet.

Kejadian Mendadak di Tengah Pemukiman

Menurut keterangan warga, kejadian berlangsung sekitar pukul 20.00 WIT. Awalnya, masyarakat dikejutkan oleh kemunculan seekor buaya besar yang merayap masuk ke minimarket.

Dalam sekejap, kabar itu menyebar dan membuat puluhan warga berdatangan ke lokasi untuk menyaksikan momen langka tersebut secara langsung.

Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Adnan Wahyu, mengungkapkan bahwa lokasi toko hanya berjarak sekitar 20 meter dari sebuah rawa besar. “Empat hari terakhir hujan deras mengguyur Pulau Taliabu. Itu yang diduga menjadi penyebab buaya naik hingga ke permukiman,” jelasnya.

Viral di Media Sosial

Dalam video yang diunggah akun Instagram @info.newsantara, seekor buaya terlihat dikelilingi warga yang sibuk merekam dengan ponsel mereka. Komentar pun berdatangan, mulai dari rasa terkejut hingga candaan.

“Untung buayanya masuk toko, bukan rumah orang,” tulis seorang netizen.

Namun, ada juga komentar serius yang menyinggung soal habitat buaya di wilayah pesisir yang semakin menyempit akibat aktivitas manusia.

Buaya dan Perubahan Habitat

Fenomena seekor buaya yang muncul di pemukiman sebenarnya bukan hal baru, terutama di daerah pesisir dan kepulauan.

Umumnya, buaya hidup di sungai, rawa, muara, atau hutan bakau. Namun, tekanan lingkungan dan perubahan ekosistem membuat ruang gerak satwa ini semakin terbatas.

Aries Setianto
Aries Setianto
Penulis

Penulis FIN.CO.ID