fin.co.id - Mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi menduga ada tokoh besar di balik isu ijazah palsu dan pemakzulan anaknya Gibran Rakabuming Raka dari kursi Wakil Presiden.
Dia mengatakan, dua isu itu muncul karena ada agenda yang dimainkan oleh kekuatan besar.
"Kan saya sudah sampaikan, feeling saya mengatakan ada agenda besar politik dalam tuduhan ijazah palsu maupun pemakzulan. Artinya memang ada orang besar. Ada yang memback-up," ungkap Jokowi saat ditemui seusai salat Jumat, 25 Juli 2025.
Meski demikian, Jokowi tidak menyebut spesifik siapa tokoh besar yang berada di balik agenda itu. Eis Gubernur DKI Jakarta ini menyebut bahwa semua orang tahu siapa tokoh yang dibalik isu ijazah palsu dan pemakzulan Gibran.
"Ya semua sudah tahu lah," kata dia
Pernyataan serupa pernah juga disampaikan oleh Jokowi pada Senin 14 Juli 2025 lalu.
"Perasaan politik saya mengatakan ada agenda besar politik untuk menurunkan reputasi politik, untuk men-downgrade," kata Jokowi.
Relawan Jokowi Diperiksa
Pada Kamis 24 Juli kemarin, Silfester Matutina dan Ade Darmawan sebagai relawan Jokowi dari perwakilan Peradi Bersatu diperiksa Polda Metro Jaya terkait kasus ijazah palsu Jokowi.
Dalam kesempatan itu, Silfester menyatakan isu ijazah palsu Jokowi game over.
"Isu ijazah palsu ini sudah pernah digugat 2 tahun lalu. Hasilnya ditolak oleh pengadilan yaitu gugatan di PN Jakarta Pusat dan PN Surakarta, ya kan. Bahkan yang menuduh ijazah palsu ini sudah dipidana yaitu Bambang Tri dan juga si Gus Nur," jelas Silfester.
"Jadi kembali lagi, isu ijazah palsu ini menurut saya sudah selesai. Tinggal kita saat ini menikmati drama-drama telenovela, baik itu tangis dan tawa yang dilakukan oleh Roy Suryo, Rismon dan lain-lain. Jadi kepada masyarakat Indonesia menurut saya ini sudah selesai, tinggal ini bagian hiburan aja," tambahnya. *