Pembangunan Gedung Unipi Capai 41 Persen, Target Rampung Oktober 2025

fin.co.id - 01/06/2025, 11:10 WIB

Pembangunan Gedung Unipi Capai 41 Persen, Target Rampung Oktober 2025

Kementerian PU tengah menyelesaikan pembangunan gedung Universitas Persatuan Islam (Unipi). (Dok. Kementerian PU)

fin.co.id - Sudah tahu progres pembangunan gedung Unipi terbaru di Bandung? Proyek strategis nasional ini dirancang bukan hanya megah, tapi juga jadi bukti nyata komitmen negara meningkatkan mutu pendidikan.

Pembangunan gedung Unipi di Bandung kini tengah dikebut dan sudah mencapai progres 41 persen. Proyek ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendukung pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045. Dengan target penyelesaian pada Oktober 2025, gedung ini diharapkan menjadi pusat pendidikan unggulan di bawah naungan Persatuan Islam (Persis).

Akselerasi Infrastruktur Pendidikan Jadi Prioritas

Kementerian PUPR terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendidikan di berbagai wilayah Indonesia. Menteri PU Dody Hanggodo menyebutkan bahwa pendidikan adalah pilar utama dalam transformasi bangsa. Karena itu, pembangunan kampus dan fasilitas pendukungnya menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM.

Menurut laporan resmi Kementerian PU per 1 Juni 2025, salah satu proyek yang kini menjadi sorotan adalah pembangunan gedung Universitas Persatuan Islam (Unipi) di Kabupaten Bandung. Proyek ini dikerjakan sejak 9 Oktober 2024 dan ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun.

Spesifikasi Gedung: Modern, Fungsional, dan Berkelanjutan

Gedung baru Unipi dibangun di atas lahan seluas 11.000 meter persegi di kawasan Rancamalang, Margaasih, Kabupaten Bandung. Terdiri dari dua gedung berlantai lima, total luas bangunannya mencapai 15.942 meter persegi.

Selain gedung utama, pembangunan juga mencakup fasilitas penunjang seperti ground water tank, rumah pompa, power house, area plaza, dan parkiran. Proyek ini dikerjakan oleh PT Waskita Beton Precast dengan nilai kontrak mencapai Rp117,1 miliar.

Wakil Menteri PU Diana Kusumawati menekankan pentingnya menjaga kualitas, estetika, dan keberlanjutan selama proses pembangunan. “Saya minta pekerjaan dilakukan secara rapi, dengan tetap memperhatikan mutu dan nilai arsitektur. Gedung ini harus bisa langsung dimanfaatkan oleh civitas akademika Unipi,” ujarnya saat meninjau lokasi pembangunan.

Apresiasi dari Kementerian Pendidikan dan Persis

Turut hadir dalam kunjungan lapangan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Atip Latipulhayat yang juga merupakan Ketua Umum Persis. Ia menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh dari Kementerian PU terhadap pembangunan fasilitas pendidikan ini.

“Ini bukan sekadar kunjungan kerja, tapi juga bentuk sinergi nyata. Kami berharap hasil akhirnya bisa memberikan kontribusi besar tidak hanya untuk Persis, tapi juga untuk pendidikan nasional,” ujar Atip, seperti dikutip dari siaran pers resmi.

Selain itu, hadir pula sejumlah pejabat teknis seperti Kepala BBWS Citarum Dian Alma’ruf, Kepala BPBPK Jawa Barat M. Reva, dan Kepala Satker Prasarana Strategis Jawa Barat Tomi Hendratno yang turut mendampingi proses pengawasan proyek.

Pembangunan Unipi Jadi Bukti Nyata Prioritas SDM

Pembangunan gedung Unipi bukan hanya tentang fisik bangunan, tetapi juga tentang meletakkan fondasi kuat untuk masa depan pendidikan Indonesia. Dengan target rampung pada Oktober 2025, gedung ini diharapkan dapat segera difungsikan untuk menunjang aktivitas belajar-mengajar serta menjadi pusat pengembangan intelektual di lingkungan Persatuan Islam.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID