100 Hari Kerja Kabinet Prabowo-Gibran, Jerry Massie Soroti Sektor Ekonomi Indonesia

fin.co.id - 16/01/2025, 13:59 WIB

100 Hari Kerja Kabinet Prabowo-Gibran, Jerry Massie Soroti Sektor Ekonomi Indonesia

Presiden Prabowo sampaikan keterangan sebelum lawatan ke luar negeri. Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan) ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

fin.co.id - Tak terasa 100 hari kerja pemerintahan Prabowo-Gibran tinggal sepekan.

Pakar Kebijakan Publik sekaligus Direktur Political and Puiblic Policy Studies (P3S) Jerry Massie meminta agar Prabowo objektif menilai kinerja kabinetnya. 

Menurutnya, perlu ada yang di reshesuffle para menteri yang kinerja tak sesuai harapan presiden dan hanya bikin gaduh.

“Saya sarankan menteri-menteri yamg kinerjanya buruk perlu direshuffle lantaran akan menggangu roda pemerintahan. Apalagi menteri yang omdo dan no action talk only (NATO) perlu dirumahkan,” kata Jerry.

Di satu sisi, Jerry bingung dengan kinerja Manteri Keuangan yang miskin ide dan gagasan terkait pengembangan ekonomi Indonesia. 

Sampai kini, cara berpikirnya hanya mentok bagaimana cara pajaki rakyat dan ngutang ke IMF atau World Bank. Tak ada ide kreatif.

Sebetulnya, untuk menambah devisa dan menambal devisa negara pajaki saja perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor tambang. 

Belajarlah rumus dan pola mendiang Presiden ke-2 yakni HM Soeharto, dimana 80 persen pajak di sektor ESDM atau natural resources dan 20 persen PPN dari PBB, bea materai dan PPNBM.

Selanjutnya, kata peneliti kebijakan publik dari Amerika ini nenyebut dengan gendutnya kabinet ini juga menjadi persoalannya. 

Pasalnya api para menterinya tak ada hasil tak perlu dipertahankan.

Sejauh ini dia melihat menteri yang ratingnya dan kinerja baik hanya dihitung dengan jari. Ada pula menteri yang konsepnya hanya mau tambah anggaran bukan menambal anggaran negara adapula yang hanya jadi penjilat.

Untuk tim ekonomi Prbabowo-Gibran tak punya grand strategy dan grand design bagaimana mencari solution and the way out agar ekonomi kita tumbuh 8 persen seperti harapan dan cita-cita presiden Prabowo.

Kita menurut Jerry, sejauh ini kalah sama Vietnam dan Malaysia. Yang mana Vietnam tumbuh 7,09 persen bahkan kita juga kalah sama Filipina yang menorehkan 6,3 persen pertumbuhan ekonominya tahun 2024.

Sedangkan kita mentok di 5,1 persen, bahkan sejumlah ekonom menperkirakan pertumbuhan ekonomi kita tahun ini akan mentok di kisaran 5 persen.

Bukan itu saja, nilai tukar rupiah pun terus terpuruk bahkan  masuk kategori terburuk nomor 5 di dunia. Sejauh ini nilai tukar rupiah ke dollar masih di Rp16.400 ini cukup tinggi.

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID