18 Oknum Polisi yang Peras Warga Malaysia Berasal dari Polda Metro, Polres Jakpus dan Polsek Kemayoran

fin.co.id - 21/12/2024, 10:59 WIB

18 Oknum Polisi yang Peras Warga Malaysia Berasal dari Polda Metro, Polres Jakpus dan Polsek Kemayoran

Ilustrasi polisi

fin.co.id - Belasan oknum polisi diamankan Divisi Propam Polri buntut dugaan pemerasan penonton Djakarta Warehouse Project (DWP). 

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, mereka yang diamankan merupakan personel Polda Metro Jaya hingga Polsek Kemayoran.

"Polri telah menindaklanjuti informasi tersebut dengan mengamankan terduga oknum yang bertugas pada saat itu. Jumlah terduga oknum personel yang diamankan sebanyak 18 personel yang terdiri dari personel Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Metro Kemayoran," katanya, Sabtu 21 Desember 2024.

Dia mengatakan, 18 oknum polisi itu melakukan pemerasan terhadap enonton DWP yang berasal dari Malayasia. Selain pemerasan, mereka juga meminta penonton tersebut melakukan tes urine mendadak tanpa ada sebab. 

"Informasi adanya keluhan dari penonton asal warga negara Malaysia terkait perlakuan yang tidak mengenakan dengan dugaan pemerasan oleh oknum polisi," katanya. 

Para oknum polisi itu kini telah diamankan Divisi Propam Polri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Namun, sejauh ini belum diungkap terkait identitas para oknum tersebut.

Kata dia, Polri tidak akan mentolerir terhadap pelanggaran yang dilakukan anggota Polri.

"Kami memastikan tidak ada tempat bagi oknum yang mencoreng institusi. Investigasi telah kami lakukan secara profesional, transparan, dan tuntas," tegasnya.

"Kepercayaan publik adalah prioritas kami, dan kami berkomitmen untuk memulihkannya melalui tindakan nyata," tambahnya.

Sebelumnya, diduga penonton Djakarta Warehouse Project (DWP) asal Malaysia diperas oknum polisi untuk tes urine.

Hal itu viral di sosial media X alias Twitter dan diposting akun @Twt_Rave.

Sementara Kasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Jamalinus Nababan mengatakan kehadiran polisi dalam DWP 2024 cuma bertugas mengamankan jalannya acara.

"Kalau sepengetahuan kami, kami tidak monitor kejadian seperti itu, ditangkap, dipalak dan tes urine," katanya kepada awak media, Kamis 19 Desember 2024.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID