fin.co.id- Seorang ayah yang disebut Tupal Pardede dari Padang Sidempuan, Sumatera Utara, telah mengajukan permohonan keadilan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo terkait kasus yang menimpa putrinya yang masih di bawah umur.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @majeliskopi08 dengan keterangan "perjuangan seorang ayah untuk anak perempuannya Minta keadilan" menunjukkan bahwa putrinya kini menjadi tersangka di Polres Padang Sidempuan setelah menerima kiriman video yang diduga berisi konten pornografi dari anak seorang pejabat setempat.
Dalam situasi yang sulit ini, Tupal Pardede mengungkapkan bahwa sebagai orang tua, ia merasakan beban yang sangat berat melihat putrinya terjerat dalam masalah hukum yang demikian. Ia merasa harus bertindak untuk melindungi dan memperjuangkan keadilan bagi sang anak perempuannya.
Kejadian seperti ini merupakan pukulan keras bagi keluarga dan membuat Tupal Pardede merasa terpukul secara emosional. Belum lagi, beban dan tekanan sosial yang ditimbulkan oleh kasus tersebut semakin membuatnya semakin merasa tertekan.
Dengan mengajukan permohonan keadilan kepada Presiden dan Kapolri, Tupal Pardede berharap agar kasus ini dapat ditangani dengan seadil-adilnya. Ia ingin putrinya mendapatkan perlakuan yang adil sesuai dengan hukum yang berlaku.
"Saya tidak ingin anak saya terjebak dalam masalah hukum. Dia bukan pelakunya, dan saya merasa ini sangat tidak adil,"
Menurutnya, putrinya mengalami ketakutan dan sering menangis akibat stigma yang menyertainya setelah ditetapkan sebagai tersangka.
Tupal menegaskan bahwa ia hanya meminta keadilan dan perlindungan bagi anaknya, yang masih berusia di bawah umur.
"Saya berharap ada perhatian dari pihak-pihak berwenang untuk menyelesaikan kasus ini dengan adil," tambahnya.
Kondisi psikologis putrinya pun menjadi perhatian, di mana Tupal menyebutkan bahwa anaknya sering merasa cemas dan tertekan.
Baca Juga
Dari kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi semua orang tua dan anak-anak lainnya untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi di dunia digital.