fin.co.id- Selebram Winson Reynaldi menjadi sasaran netizen lantaran memparodikan Paus Fransiskus yang sedang duduk di atas kursi roda.
Sehingga Winson Reynaldi mendapatkan kecaman atas tindakannya tersebut dan meminta maaf kepada warga netizen.
Winson Reynaldi mempaoridikan tersebut melalui akun media sosial miliknya yang diunggah pada Minggu 8 September 2024 dan video tersebut sudah hilang setelah dipantau fin.co.id pada Senin (9/9/2024).
Sebagai gantinya dirinya mengunggah sebuah foto miliknya dengan tangan terkatup dengan caption Saya minta maaf di akun Instagram @winsonreynaldi.
"Saya minta maaf," tulis Winson
Namun bukannya mendapatkan respect dari netizen, dirinya malah jadi bahan bullyan.
Bahkan beberapa diantaranya mendoakan agar dirinya tidak kemudian merasakan sakit seperti Paus Fransiskus hingga duduk di kursi roda.
"Paus pakai kursi roda karena faktor usia, kalau lu pakai kursi roda emang karena lumpuh atau ga. Lu nya mau lumpuh," kecam akun @luvv_maloni.
"Tuhan berkati kamu. Semoga kakimu tidak lumpuh benaran. Lihat nanti apa yang Tuhan kerjakan dalam hidupmu. GBU saudara," tulis akun lainnya @meristiika.
Selain memberikan komentar dengan nada kecaman, para netizen juga meminta agar Winson Reynaldi bisa diproses hukum.
Baca Juga
Beberapa diantaranya sampai menghastag akun resmi Polri.
Paus Fransiskus ke Indonesia
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengatakan kunjungan Pemimpin Umat Katolik Dunia Paus Fransiskus ke tanah air pada 3-6 September, menyematkan citra aman Indonesia di mata internasional, sekaligus menegaskan tingginya toleransi antarumat beragama.
"Kehadiran Sri Paus memberikan citra bahwa Jakarta itu aman, kemudian ternyata kehidupan bertoleransi antaragama di kita, dan itu bisa dilihat langsung oleh beliau. Karena yang menyambut dengan antusias tidak hanya umat Katolik, tapi juga umat agama lain, dan saya pikir ini sesuatu yang harus kita jaga," kata Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf Nia Niscaya dalam acara Weekly Press Brief with Sandi Uno (WBSU), di Jakarta, Senin.