Kiai Imaduddin Utsman Bungkam Soal Nasab Ba'alawi: Takut Hadir atau Ada Agenda Tersembunyi? Hanya Guru Gembul yang Datangi Undangan!

fin.co.id - 09/09/2024, 13:56 WIB

Kiai Imaduddin Utsman Bungkam Soal Nasab Ba'alawi: Takut Hadir atau Ada Agenda Tersembunyi? Hanya Guru Gembul yang Datangi Undangan!

diskusi "Membedah Tulisan yang Membatalkan Nasab Ba'alawi" yang digelar oleh Rabithah Alawiyah di Jakarta pada Sabtu, 7 September 2024. (Tangkapan layar YouTube)

fin.co.id – Ketidakhadiran Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Kiai Imaduddin Utsman al Bantani, di diskusi "Membedah Tulisan yang Membatalkan Nasab Ba'alawi" yang digelar oleh Rabithah Alawiyah di Jakarta pada Sabtu, 7 September 2024, menimbulkan berbagai spekulasi. Kiai Imaduddin membantah rumor bahwa dirinya takut untuk hadir dalam acara tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin, 9 September 2024, Kiai Imaduddin menjelaskan, "Gak lah,,, mereka yang takut," merespons anggapan bahwa ketidakhadirannya disebabkan oleh rasa takut.

Ia menambahkan bahwa awalnya UIN Wali Songo Semarang yang akan mengadakan debat tentang Ba'alawi pada 10 September. Kiai Imaduddin sudah menyetujui undangan tersebut, namun Rabithah Alawiyah memutuskan untuk menggelar diskusi terlebih dahulu pada 7 September dan mengundangnya.

Menurut Kiai Imaduddin, "Menurut saya cukup debat di UIN saja toh waktunya hanya beda dua hari."

Diskusi Rabithah Alawiyah yang berlangsung pada 7 September, yang diharapkan menjadi forum dua arah, tidak dihadiri oleh Kiai Imaduddin dan timnya.

Moderator acara, Mabda Dzikara, mengungkapkan bahwa hingga pukul 09.37 WIB, salah satu narasumber dari tim Kiai Imaduddin belum mengonfirmasi kehadiran. Pemaparan acara tersebut hanya dilakukan oleh tim peneliti Rabithah Alawiyah.

Hingga sore hari, pantauan dari tayangan streaming Nabawi TV menunjukkan bahwa Kiai Imaduddin dan timnya tetap tidak terlihat dalam forum diskusi, sementara Ketua Maktab Daimi Syaikhon bin Abdulqadir Assegaf dan perwakilan Rabithah Alawiyah seperti Muhammad bin Husein Al-Habsyi dan Ahmad bin Muhammad Al-Attos hadir di acara tersebut. Juga hadir tim peneliti Rabithah Alawiyah seperti Muhammad Hanif Alatas dan Rumail Abbas.

Mabda Dzikara menegaskan bahwa acara ini seharusnya merupakan diskusi dua arah antara Kiai Imaduddin dan Rabithah Alawiyah. Ia menyatakan dirinya sebagai moderator bersikap netral.

Sementara itu, Guru Gembul, yang juga mempertanyakan nasab Ba'alawi, menghadiri acara tersebut. Habib Hafidz Alattas mengapresiasi kehadiran Guru Gembul dan menilai bahwa kehadirannya menunjukkan diskusi di Rabithah Alawiyah berjalan baik.

Hafidz juga menyinggung ketidakhadiran Kiai Imaduddin, menegaskan bahwa Rabithah Alawiyah adalah "ruang aman" untuk semua pihak.

Ketidakhadiran Kiai Imaduddin dalam diskusi ini memicu pertanyaan apakah ada agenda tersembunyi di balik keputusan tersebut. Diskusi mengenai nasab Ba'alawi kini semakin memanas, menambah ketegangan dalam perdebatan yang telah lama berlangsung ini. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID