Bikin Geleng-geleng Kepala, Mantan Gubernur Maluku Utara Hobi 'Ngamar' Hingga Habiskan Rp3 M

fin.co.id - 23/07/2024, 06:23 WIB

Bikin Geleng-geleng Kepala, Mantan Gubernur Maluku Utara Hobi 'Ngamar' Hingga Habiskan Rp3 M

Mantan Gubernur Maluku Utara Dua Periode, Abdul Ghani Kasuba (AGK). (Dok ANTARA)

fin.co.id - Terungkap di persidangan, mantan Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba, ternyata hobi "ngamar" hingga menghabiskan anggaran Rp3 miliar.

Abdul Ghani Kasuba bahkan rela merogoh kocek antara Rp10 juta hingga Rp30 juta, untuk membayar jasa syahwatnya, sekali main.

Bahkan, terungkap juga pria yang dipanggil Om Haji itu pernah memboking tiga perempuan sekaligus dalam satu hari.

Hal itu diungkap oleh seorang kontraktor sekaligus anggota DPRD Halmahera Selatan, Eliya Gebrina Bachmid, dalam lanjutan sidang kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat eks Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Ghani Kasuba pada Kamis 18 Juli 2024.

Eliya dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dengan terdakwa Ramadan Ibrahim, eks ajudan Abdul Ghani Kasuba, yang diduga kuat terlibat dalam persekongkolan jahat itu.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Harianta, Eliya mengaku sebagai orang yang mencarikan wanita teman kencan Abdul Ghani dan membayarnya secara tunai.

Kencan di hotel, Bayar Sistem Reimburst

Abdul Ghani Kasuba disebut selalu kencan dengan wanita pesanan di hotel.

Eliya sebagai perantara yang membawa wanita pesanan itu, terlebih dahulu membayar dengan uangnya kepada wanita pesanan, setiap kali Abdul Ghani Kasuba selesai "bermain".

”Nilainya bervariasi. Mulai 10-50 juta. Jadi ada perempuan yang dikasih 10 juta dan seterusnya sampai 50 juta.

Kronologi AGK Boking Wanita Pesanan

Eliya mengatakan, sesaat sebelum "ngamar", Abdul Ghani Kasuba biasanya menelponnya untuk minta dicarikan wanita pesanan.

"Om haji (Abdul Ghani Kasuba) yang minta bantu untuk mencari perempuan. Jadi saya bawakan ke om,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan perempuan yang diinginkan Abdul Ghani, Eliya mengantarnya ke hotel.

Di hotel itu, Abdul Ghani sudah menunggu.

Setelah ngobrol sebentar di lobi, Abdul Ghani kemudian masuk kamar bersama wanita pesanannya.

"Saya paling temani dari lobby hotel sampai ke kamar. Sampai di kamar saya langsung keluar dan biarkan perempuan itu bersama-sama dengan AGK. Di dalam kamar, paling lama 1 sampai 2 jam," kata Eliya seperti dilansir Serambinews.

”Di kamar itu berdua om haji (AGK) dengan perempuan selama satu sampai dua jam. Saya tunggu di luar. Jadi tidak tahu apa yang dibuat di dalam kamar,” ujarnya Eliya kepada majelis hakim.

Eliya mengaku total uang yang dikeluarkan hanya untuk membayar wanita itu nilainya mencapai Rp3 miliar.

Eliya mengatakan, ada beberapa hotel yang digunakan Abdul Ghani Kasuba untuk bertemu dengan para wanita cantik ini.

Di antaranya di Hotel Bidakara dan Swiss-Belhotel Jakarta, serta Hotel Bela di Ternate.

Saat akan mengantar wanita pesanan AGK, Eliya lebih dulu menghubungi Ramadhan Ibrahim maupun langsung ke Abdul Ghani dengan memakai kode "Ayu" maupun "Cinta".

Setelah direspons, barulah Eliya menuju ke hotel bersama wanita yang dipesan.

Eliya juga mengungkapkan bahwa sering menggunakan uang pribadinya terlebih dahulu untuk memberikan ke perempuan yang dipesan AGK.

Setelah itu, barulah AGK mengganti uang Eliya.

”Saya bawa perempuan tersebut ke om haji (AGK) agar supaya memudahkan pencairan proyek,” akunya setelah beberapa kali ditanya oleh JPU terkait motivasi membawakan perempuan kepada AGK lalu berduaan di kamar. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

FIN Biro Karawang Bekasi