fin.co.id - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan, pernyataan Puan Maharani yang mempertimbangkan nama Kaesang untuk Pilkada Jateng hanya sekadar gimmick.
"Ya bukan masalah percaya diri atau tidak percaya diri, itu ucapan gimick saja. ucapan taktis saja ketika ditanya atau menjawab teman-tman media begitu," jelas Ujang, Minggu 7 Juli 2024.
Ujang menegaskan, bahwa keputusan tertinggi partai PDI Perjuangan (PDIP) berada di tangan Megawati Soekarnoputri. Bukan pada Puan Maharani.
Meski begitu, akademisi dari Universitas Al-Azhar Indonesia itu menilai, dukungan PDIP pada Kaesang Pangarep sangat sulit dan berat.
"Jadi saya melihatnya sulit dan berat (konteksnya) mendukung Kaesang. Jadi konteksnya gimick saja," tuturnya.
Terlebih, kata Ujang, buntut Hasto diperiksa pihak KPK dan kepolisian masih menjadi pemicu kemarahan PDIP dengan Jokowi.
Kendati demikian, Ujang Komarudin menilai, bahwa hubungan Megawati dengan Jokowi belum selesai. Masih penuh duri.
"Apalagi kemarin hasto di periksa KPK, diperiksa polisi, itu kan ya namanya pdip marah pada Jokowi. Jadi saya melihat dalam konteks itu saya melihat, hubungan jokowi dengan megawati dan PDIP itu belum selesai," tuturnya.
Hal itu juga dipertegas oleh Ujang, dirinya mengaku sempat bertemu dengan petinggi PDIP di salah satu stasiun televisi yang mengatakan tidak mungkin PDIP mengusung nama Kaesang Pangarep.
"Kemarin saya juga bertemu dengan salah satu petinggi pdip di salah satu stasiun televisi mengatakan, 'ya gamungkin lah dukung kaesang'," imbuhnya.
Baca Juga
Pria yang berasal dari Subang, Jawa Barat itu menyampaikan, bahwa sejatinya ucapan Puan akan pertimbangkan Kaesang hanya sebatas gimick semata.
"Kemarin sih ucapannya Puan ya gimick aja, karena ditanya sama teman-teman media ya jawab aja. Tapi kalau secara ril, secara dukungan, gamungkinlah PDIP dalam pilkada saat ini dukung Kaesang," tegasnya.
Ujang menambahkan, jika nantinya PDIP mengusung putra bungsu Jokowi itu artinya bertekuk lutut pada Jokowi. Sama saja rugi besar.
"Itu rugi bandar, rugi PDIP lah, banyak dirugikan PDIP kalau mengusung Kaesang. Artinya bertekuk lutut pada Jokowi gitu, kalah sama Jokowi," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ujang mengajak untuk melihat posisi PDIP dalam pemilu lalu. Walaupun di Pilpres kalah, tetapi PDIP masih unggul dalam pemilihan legislatif.